Pohon Pisang Morosebo

Januari 31, 2011 at 4:23 pm 7 komentar

Pisang kepok yang ditanam di pekarangan rumah telah beberapa kali panen. Panen pisang kepok memang cukup bagus. Rasanya benar-benar enak. Apalagi dibuat dalam suguhan pisang keju. Digoreng plus ditambah keju. Mantap. Dimakan selagi pisang masih agak panas. Kelezatannya benar-benar menggugah selera. Dua tiga pisang keju tidak cukup untuk memuaskan rasa di lidah. Akhirnya beberapa pisang keju berpindah dari piring ke perut.

Setelah puas dengan buah pisang kepok, saya semakin curious kalau ada tawaran pohon pisang dari saudara atau kolega. Oleh karena itu, ketika ada pisang aneh tapi bisa berbuah yang enak, saya akan coba menanamnya. Berawal dari tawaran mertua apakah saya mau pohon pisang yang tidak tinggi, tapi berbuah manis. Pisang itu dinamai pisang morosebo. Penasaran, saya jalan-jalan ke sawah untuk melihat pisang tersebut. Pohon pisang yang ada di sawah memang tidak cukup tinggi, tetapi saat itu belum berbuah. Pikir-pikir tidak ada ruginya punya pohon pisang tersebut. Mumpung masih ada lahan yang dapat ditanami pohon tersebut. Akhirnya saya mengiyakan tawaran tersebut. Saya pun memboyong bibit pisang morosebo setelah mertua saya meminta bibit tersebut ke salah satu temannya.

Akhirnya pohon pisang itu saya tanam di pekarangan samping rumah. Dari dua pohon tersebut, satu pohon gagal dan mengalami kematian, tetapi setelah mati timbul tunas baru. Sayangnya pohon baru tersebut sangat kecil sekali. Pohon yang kedua cukup bagus dan tumbuh lumayan subur.

Pohon Pisang Morosebo

Bulan demi bulan, pohon tersebut terlihat tetap segar, tetapi tidak ada tanda-tanda pohon tersebut akan berbuah. Anakan pohon pisang morosebo pun mulai tumbuh. Tetap saja pohon indukan tidak kunjung mengeluarkan jantung pisang. Setelah lebih dari setahun, di suatu pagi, salah satu tetangga menyapa dan beramah tamah. Dia pun memberitahukan kalau sebentar lagi pohon pisang morosebo akan berbuah karena pada pohon tersebut terlihat daun muda yang keluar. Biasanya setelah daun muda tumbuh, akan ada jantung pisang yang mengikutinya. Begitu penjelasan beliau. Saya sih setengah percaya dengan ucapan beliau karena selama ini tidak pernah memperhatikan bagaimana pohon pisang bisa berbuah. Keesokan harinya, ucapan tetangga saya terbukti. Daun muda yang tumbuh diikuti oleh jantung pisang. Alhamdulillah, akhirnya penantian buah pisang morosebo terkabul juga. Sebentar lagi bisa panen pisang nih…

Jantung pisang menyembul dari pohon pisang morosebo

Jantung pisang morosebo

Jantung pisang morosebo dari atas

Jadi tidak sabar untuk menikmati buah pisang morosebo. Di pekarangan rumah, buah ceri dan buah jambu batu sudah bisa dinikmati. Lumayan juga jika rumah memiliki pekarangan. Buah gratis plus rumah menjadi teduh.

Tertarik punya pohon pisang morosebo di pekarangan rumah?

About these ads

Entry filed under: Uncategorized. Tags: , , , , , .

Three Rovers Pulang Kampung di Bulan Maret

7 Komentar Add your own

  • 1. irina  |  Januari 31, 2011 pukul 5:04 pm

    Hello Pak Tri,
    Senang sekali membaca postingan ini, karena saya juga punya pohon yang tingginya kira2 cuman 1.50M tapi bukan pisang kepok, melainkan ambon, kata mbok di pasar namanya pisang morosebo.
    Saya jadi bingung baca postingan Bapak.
    Saya mencari2 keterangan dan info di internet, tidak ada juga.
    Kalau Bapak ada info tentang hal tsb tolong email saya ya?

    Memang benar Pak, kalau mau keluar jantung pisang, daun yang tumbuh terakhir pasti tidak setinggi yang lain2nya, malah pendek sekali, besok langsung kelihatan jantungnya.
    Saya bisa bercerita karena sudah panen 4 kali dari asli 2 batang dan 2 batang anakan.
    Pisang ambon morosebo ini saya biarkan tumbuh anakannya paling banyak 3 dalam 1 batang. Terlalu banyak menurut mbok pasar akan mengganggu pertumbuhan hasil pisangnya.
    Saya turuti, ternyata benar, pisang yang tumbuh gemuk2 dan gede2 Pak.
    Rasanya puas Pak menyantap hasil kebun senidri :)

    Salam,
    Irina

    Balas
  • 2. irina  |  Januari 31, 2011 pukul 5:24 pm

    Hello Pak Tri,
    Senang sekali membaca postingan ini, karena saya juga punya pohon pisang yang tingginya kira2 cuman 1.50M tapi bukan pisang kepok, melainkan ambon, kata mbok di pasar namanya pisang morosebo.
    Saya jadi bingung baca postingan Bapak.
    Saya mencari2 keterangan di internet, ternyata morosebo adalah nenek moyang dari pisang cavendish dan itu menjelaskan mengapa pisang saya rasanya seperti ambon.

    Memang benar Pak, kalau mau keluar jantung pisang, daun yang tumbuh terakhir pasti tidak setinggi yang lain2nya, malah pendek sekali, besok langsung kelihatan jantungnya.
    Saya bisa bercerita karena sudah panen 4 kali dari asli 2 batang dan 2 batang anakan.
    Pisang ambon morosebo ini saya biarkan tumbuh anakannya paling banyak 3 dalam 1 batang. Terlalu banyak menurut mbok pasar akan mengganggu pertumbuhan hasil pisangnya.
    Saya turuti, ternyata benar, pisang yang tumbuh gemuk2 dan gede2 Pak dan saya hanya membiarkan pisang tumbuh sekitar 8-10 sisir saja, supaya tidak terlalu banyak. Itu saja, sudah bingung bagi2 nya Pak, karena saya punya 3 batang pisang yang bergilrian berbuah.
    Rasanya puas Pak menyantap hasil kebun senidri :)

    Salam,
    Irina

    Yang saya tahu sih itu pisang morosebo. Mungkin untuk tahu lebih lanjut harus lihat buahnya dulu ya… Oh iya, di awal tulisan memang saya tulis pisang kepok, tapi kalimat penghubung dengan pisang morosebo kurang jelas ya. Pisang kepok dan pisang morosebo memang berbeda pohon. Pisang kepok tingginya 4-6 meter sedangkan pisang morosebo itu tingginya 1,5 meteran. Saya sudah mengoreksi tulisan saya. Terima kasih atas koreksinya.

    Beberapa orang juga menyarankan untuk mematikan tunas anakannya. Cuma rasanya sayang saja untuk mematikan tunas karena jika dibiarkan dalam setahun bisa beberapa kali panen. Buah dari pohon pisangnya memang tidak terlalu besar, tapi rasanya tetap enak kok…

    Balas
  • 3. hellena  |  Februari 4, 2012 pukul 6:09 am

    Morosebo:
    bibit pisang ini saya bawa dari Pekanbaru saat saya tinggal di rumah kontrak, halamannya tumbuh pohon pisang Morosebo.
    saya bawa bibit ini dan menanamnya di dua daerah yg berbeda, di daerah panas tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, di daerah sejuk agak lambat pertumbuhannya, dan agak lama baru berbuah, dan tumbuh pohonnya jg tidak sependek biasanya.
    ada cerita singkat:
    saat pohon pisang morosebo ini berbuah, tetanggaku menginginkan jantung pisang morosebo ini, saya tanyakan untuk apa ,katanya untuk obat melancarkan darah.
    sebelum itu saya tidak pernah tahu kalau jantung pisang ini bermanfaat sebagai obat, satu saat saya ingin memasaknya seperti jantung pisang layaknya di masak, setelah direbus saya coba mencicipinya, wah… bukan main pahitnya.
    inilah cerita saya dan info Morosebo yang saya alami dan ketahui.

    Ternyata banyak juga yang tahu tentang pohon pisang morosebo. Beberapa waktu yang lalu say menanam beberapa jenis pisang, seperti kepok, morosebo dan satu lagi saya tidak tahu namanya. Yang cukup baik berbuah dan beranak pinak di daerah saya ya pisang kepok. Buahnya memang mantap. Sayang pohonnya terlalu tinggi dan anaknya cukup banyak. Terpaksa deh, saya tebang karena cukup mengganggu kabel listrik…

    Balas
  • 4. @rian  |  Oktober 4, 2012 pukul 10:24 pm

    “Waow keren juga ada jenis pisang yang pendek begini”,pikir saya pertama liat dirumah eyang. Maka saya langsung menanam pisang jenis morosebo ini.
    Maklum diperumahan, gak ada pekarangan yang luas jadi ya saya tanam di teras. karena Tingginya sekitar 1.5 meteran dan sedang berbuah, alhasil banyak anak2 ataupun orang dewasa yang sering megang2 takjub dan sering jadi background foto.
    Walau pendek tapi hasilnya LUAR BIASA. Awal panen saja 1 tundun ada 12 lirang.Tetangga satu RT pun sudah mencicipi semua. Karena pohonnya pendek, bentuk buah bagus dan bisa dibilang pisang bonsai.Maka banyak tetangga yang minta bibitnya.
    Wah saya senang sekali. Karena ini bisa menjadi awal untuk mengurangi pemanasan global. Terima Kasih

    oleh : arian salatiga

    Memang pendek pohonnya, tapi kualitas buahnya bagus

    Balas
  • 5. Taufik Waris  |  Januari 21, 2013 pukul 9:38 pm

    Salam kenal, saya Taufik Waris (dari Tangerang, Banten), saya tertarik untuk menanam Pohon Pisang Morosebo ini di pekarang saya, kira-2 dimanakah saya bisa dapatkan bibit/anakan pisang morosebo ini. Trims mohon feedback nya.

    mtwaris@gmail.com

    Balas
  • 6. doni hadiningrat  |  Mei 26, 2013 pukul 12:12 pm

    saya pernah nanam waktu tinggal di asrama di magelang, pisang morosebo buahnya lebat sekali dan pohonya gemuk besar tapi pendek kalau kurus gitu ga tau deh pisang apa itu,,,,,,,!!!
    pisang ga keurus kali……..he…he…he…….???

    Balas
  • 7. eoneh  |  September 11, 2013 pukul 12:34 pm

    Sy dulu juga punya pohon pisang morosebo ini, ckp subur sertas buahnya besar2. Bentuk buah dan aromanya mirip pisang ambon cuma lbh lembek dan ga semanis pisang ambon, kemudian juga cepet sekali busuknya klo udah masak

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Klik !!

  • 103,469 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: