Dingin…

Hari minggu malam (9/11) akhirnya pesawat mendarat di Hangzhou, China. Meskipun sebelumnya sempat terkatung-katung di Hongkong selama 4 jam, tiba juga kami di Xiaosan airport. Xiaosan Airport ternyata adalah airport yang kecil. Setelah melewati imigrasi, akhirnya uang seratus dollar pun dipecah menjadi 700 yuan. Semakin kecil lagi karena ada potongan 50 Yuan bagi 300 Dollar yang terkumpul.

Di hotel bintang lima Zhejiang Narada Hotel/World Trade Center, hampir tengah malam, kami check in. Usai sudah perjalanan malam ini. Besok pagi training akan dimulai pukul setengah sepuluh pagi di UTStarcom training center.

Dingin… Hidup seperti dalam kulkas 

Pagi pertama di Hangzhou, kabut pun masih menyelimuti jalan-jalan sekitar hotel. Udara terasa dingin banget. Mungkin tidak terbiasa udara subtropis yang cukup ekstrem. Padahal sudah mulai masuk musim semi. Akhirnya, tidak percuma sweater tebal dari Ortu. Sayangnya wajah pun harus tersenyum kecut menahan dingin udara Hangzhou. Taxi pun meluncur menuju UTStarcom di daerah Binjiang. Selama perjalanan, supir taxi ini mengemudikan taxi ugal-ugalan. Ngebut. Edan. Beda sama supir taxi di Jakarta. Yang lebih susah lagi, supir ini tidak bisa ditegur karena dia tidak mengerti bahasa Inggris. Otomatis, kami hanya bisa ngomel-ngomel dalam bahasa Indonesia. Walaupun waswas, suasana jalanan di Hangzhou benar-benar menawarkan kenyamanan berkendaraan karena lebar, bersih, dan tak berlubang. Belum lagi, view yang ditawarkan sulit dibandingkan dengan suasana kota industri Cikarang ataupun Karawang. Agak lupa juga dengan cara mengemudi supir taxi. Dalam waktu 30 menit, kami sudah menginjakkan kaki di UTStarcom Training Center dengan selamat. Turun dari taxi, udara dingin menyambut kedatangan kami. Benar-benar kulkas yang besar. UTStarcom benar-benar megah. Lingkungannya pun benar-benar indah. Sulit dilukiskan dengan kata-kata. Seakan-akan kami tidak berada dalam pabrik telekomunikasi. Dari tempat turun taxi, sudah terlihat view sungai yang lebar banget. Beautiful. Charming. Suasana mendukung untuk kerja dan bersantai di pabrik ini. Ditemani salah satu kolega dari Jepang, kami menuju resepsionis dan meminta visitor ID card. Ternyata koordinator dari UTS sudah siap di resepsionis dan menyambut kami. Welcome to UTStarcom. Saya hanya bisa tersenyum kecut. Well, you have a beautiful city

Untuk sampai ke lokasi training, kami harus menyusuri koridor-koridor lebar yang panjang. Jauh nian euy. Belum lagi dingin kulkas selalu menemani kemana pun kami pergi. Waduh, seminggu deh bakal kedinginan begini. Sampai di training room 3, view indah pun sudah menanti. Jalan sepi yang lebar dengan rel kereta api.

Trainer pertama sudah siap mengajar dan kami sudah siap belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s