Kejutan di Meeting Dirjen Postel

Kemarin ketemu teman di meeting standarisasi Passive Optical Network (PON) technology. Ternyata dia di-assign juga untuk broadband access via fiber optic. Dari postur tubuhnya kelihatan banget kalau sekarang keadaan sudah berubah, tambah makmur. Maklum aja dia sekarang sudah di vendor Eropa. Tunjangan kesejahteraan lebih mantap.

Kali ini peserta meeting adalah 5 vendor dan panitia dari POSTEL. Standarisasi teknologi PON berjalan lancar sampai ada beberapa item yang tidak standar dan mungkin lebih bisa memberatkan beberapa vendor :

1- interface T1/E1 pada uplink Optical Line Terminal (OLT). Sepertinya tidak disebutkan dalam spesifikasi IEEE 802.3AH.

2- OLT terhubung ke Headend PSTN secara langsung tanpa external device.

3- 10GE uplink diminta dimasukkan sebagai mandatory item pada OLT

4- Untuk services RF video overlay, ada vendor yang memiliki perangkat WDM coupler integrated ke dalam chassis OLT, tapi sistem ini tidak standar.

Kalau tidak standar bisa bahaya juga buat vendor yang memiliki pure GEPON, tidak bisa lulus uji dan mendapatkan sertifikat Type of Approval (TA) dari Postel. Lebih baik standar yang dibuat adalah standar umum dan minimal dengan mengacu pada standar internasional yang telah ada. Alasannya standar internasional sendiri dibuat untuk mengakomodasi teknologi yang sudah ada dan hasil kolaborasi vendor-vendor internasional. Kalau terlalu spesifik, buntutnya malah ada vendor yang tidak bisa jualan di Indonesia.

Akhirnya meeting ditutup dengan pekerjaan rumah bagi vendor karena ada parameter terukur yang harus disesuaikan dengan spesifikasi GEPON ataupun GPON. Lumayan, ada pembelajaran baru.

Setelah selesai meeting, ada berita gembira. Teman saya ini ditugaskan untuk belajar ke Amerika untuk mengikuti training perangkat. Setidaknya ketemu orang bule yang sering muncul di layar kaca. Terpaksa deh mengantar ke kedutaan Amerika dulu dan menunggu selama kurang lebih 45 menit. Setelah itu, baru meluncur ke Plaza Semanggi untuk acara makan-makan di Pizza Hut. Kenyang euy. Tidak percuma ikut meeting di Dirjen Postel. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

9 thoughts on “Kejutan di Meeting Dirjen Postel

  1. 1. interface E1/T1 tidak akan mungkin masuk spesifikasi IEEE 802.3ah, bagaimana caranya packet traffic di formulasikan ke g.703 ?

    thanks atas infonya.

    oh ya menurut mas, which one is better GEPON atau GPON ?

  2. Mungkin untuk masuk ke standar IEEE802.3ah sih agak susah, tapi emulasi E1/T1 ke ethernet atau sebaliknya sudah bisa dilakukan. Emulasi E1/T1 ke ethernet sudah ada standarnya yaitu CESoE dan perangkatnya juga sudah ada. Emulasi ethernet over E1 juga bisa kok dengan perangkat yang berbeda…

    Masing-masing punya kelebihan, tapi sejauh ini (setelah membaca beberapa artikel), ada beberapa kelebihan GPON dibanding GEPON, yaitu bandwidth (ethernet transport) efficiency, security (AES), OMCI (ONT Management and Control Interface), dan split ratio.

    Sejauh ini, dua perusahaan Amerika juga prefer GPON dibanding GEPON. Sepertinya mempengaruhi opini dunia tentang teknologi PON.

  3. thanks info nya mas.
    memang emulasi e1 ke ethernet (cesop/satop/pseudo-wire)dah standard demikian juga sebaliknya ethernet over sdh (pake GFP) dan dimungkinkan pakai perangkat berbeda tapi tidak di PON….:)

    Reason yg paling pas adalah tidak mungkin Broadband akses (fiber) menggunakan up-link E1 (2M).

    sayang sy kerja nya nggak di principal jd nggak diundang ke Postel….:)

  4. Kayaknya enggak juga deh…
    Kalau pseudowire justru dipakai di PON karena E1 ditumpangkan pada ethernet dan keluaran di ujung juga E1. GPON menggunakan GEM antara OLT dan ONU, tapi ketika ditransmisikan ke luar dari OLT tentu pakai pseudowire. Biasanya sih pseudowire dipakai untuk memberikan service pada legacy system, seperti mengangkut E1 BTS, dll. Ada ONT yang memang memiliki keluaran E1…

    Kalau ethernet over E1 mungkin tidak diimplementasikan pada PON…

    Kalau kerja di operator juga bisa kok diundang Postel… Kayaknya semua pihak yang berkepentingan dengan teknologi ini diundang deh…

  5. eh iya saya salah mengenai pseudowire. Sorri.

    gimana bisnis PON di Indo, oprator dah ada yg mulai gelar belom ?
    apa dah mulai tender..:)

  6. sebagian udah mulai tender tuh… bahkan ada yang sudah dipasarkan deh… coba cek iklan-iklan di jalan yang menawarkan kapasitas besar.

    kalau operator-operator besar mulai tahun ini dan tahun depan starting point-nya.

  7. kelebihan GPON dibanding GEPON, yaitu bandwidth (ethernet transport) efficiency, security (AES), OMCI (ONT Management and Control Interface), dan split ratio.
    minta dikirim artikelnya mas
    terima kasih

    Sudah saya kirim via email. Thanks atas tambahan infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s