Optical Distribution Network (ODN)

Teknologi Passive Optical Network (PON) menggunakan jaringan fiber pasif yang tidak memerlukan penguatan sepanjang kabel optik yang digelar. Teknologi ini merupakan lawan dari Active Optical Network (AON). PON mendistribusikan data antara OLT dan ONT dengan satu single core fiber optic (satu core kabel fiber optik). Dengan cara ini, satu single fiber harus di-split (pisah) ke dalam beberapa kabel lagi untuk diterminasi ONT/ONU.
 
Jaringan fiber optik dari OLT dan ONT biasa disebut dengan nama Optical Distribution Network (ONT) di kalangan PON desainer. Ada beberapa cara untuk menghitung link budget antara satu titik OLT ke titik ONT. Seperti diketehaui bahwa link budget antara 2 titik ini sebesar 26 dB (GEPON) dan 28 dB (GPON). Saat data ditransmisikan dengan cahaya, akan ada attenuation (pelemahan) sinyal sehingga jika tidak ada standar minimum receiver sensitivity di sisi transceiver maka packet loss tidak bisa dihindari. Bisa jadi intermitten (putus sambung) sering terjadi dan sulit dideteksi penyebabnya.
 
Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam desain PON akan mempengaruhi kinerja ODN dalam transmisi komunikasi data. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar di bawah.
Gambar-1 Optical Distribution Network
Gambar-1 Optical Distribution Network

Terlihat bahwa optical distribution network memiliki beberapa komponen yang harus diperhitungkan, yaitu konektor, kabel fiber optik, splitter, adapter, attenuator dan splicing cable. Dari sini, kita akan lihat definisinya satu per satu agar memperjelas sebelum kalkulasi link budget dilakukan.

Konektor merupakan cara terminasi kabel fiber agar bisa disambung dengan interface optik lainnya. Pada fiber optik terdapat beberapa jenis konektor seperti SC, ST, FC, LC dengan SPC, APC, dll. Penggunaan konektor pada fiber optik tentu saja membuat attenuation (pelemahan) pada sinyal optik yang sedang ditransmisikan. Anggaplah connector loss 0.75 – 1 dB.

Kabel optik memiliki beberapa komponen, yaitu core, cladding, dan jacket. Core terbuat dari glass dan biasanya ukuran bervariasi dari 8 – 10 mikron untuk single mode fiber, 50 dan 62.5 mikron untuk multimode fiber. Cladding juga terbuat dari kaca, tetapi memilki indeks refraksi yang lebih kecil. Ukuran cladding biasanya 125 mikron. Pembungkus kabel optik biasanya disebut jacket terbuat dari material PVC. Kadang orang berbicara fiber optik 9/125 yang artinya ukuran diameter core 9 mikron dengan ukuran cladding 125 mikron.

Penyambungan kabel optik bisa menggunakan konektor ataupun disambung dengan teknik splicing. Jika penyambungan dengan konektor maka bersiaplah dengan attenuasi yang besar. Teknik splicing lebih dapat dihandalkan untuk memperkecil nilai splicing. Teknik splicing sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu mechanical splicing dan fusion splicing. Dua teknik ini juga menghasilkan attenuasi yang berbeda. Fusion splicing akan menghasilkan 0.01 – 0.1 dB sedangkan mechanical splicing dapat menghasilkan 0.05 dB sampai 0.2 dB. Teknik penyambungan dengan konektor memberikan keuntungan fleksibilitas sedangkan splicing menguntungkan dari segi attenuasi.

Kalau lihat grafik kurva attenuasi pada tiap panjang gelombang, maka dapat diperhitungkan berapa yang harus di-budget attenuasi kabel optik. Karakteristik atenuasi pada kabel optik bergantung pada panjang gelombang yang merambat pada kabel optik. Untuk panjang gelombang sekitar 1310 nm, atenuasi sekitar 0.35 dB/km. Panjang gelombang 1550 memiliki atenuasi 0.25 dB/km. Dengan atenuasi yang kecil ini, bukan tidak mungkin sinyal cahaya dapat merambat sepanjang 100km fiber optik tanpa penguatan. Pada panjang gelombang sekitar 1383 nm terdapat region water peak dengan atenuasi mencapai 0.7 dB/km.

Gambar-2 Attenuation vs Wavelength
Gambar-2 Attenuation vs Wavelength

Kabel fiber optik yang digunakan untuk GPON antara OLT dan ONT adalah tipe single mode fiber dengan core 9/125 dengan karakteristik atenuasi 0.3 dB/km.

Splitter memiliki fungsi untuk memecah signal perangkat ke beberapa ONT. Splitter juga merupakan salah satu penyumbang terbesar attenuasi pada ODN. Bayangkan satu splitter (1:2) memiliki attenuasi sekitar 3 dB, maka membuat split 32 dibutuhkan 5 tahap 1:2 dengan attenuasi sekitar 15dB (hitungan kasar). Jika 64 split, maka 18dB harus di-budget. Dari 28 dB, sekitar 64% adalah budget untuk splitter. Tips dari saya adalah jangan pernah meletakkan ONT sebelum di-split maksimal (64). Jika menggunakan splitter 1:2, maka gunakanlah sampai 6 tahap untuk mencapai 64 split.

Attenuator biasanya ditambahkan untuk meredam sinyal optik jika receiver sensitivity berada pada range yang lebih rendah lagi. Dengan attenuator diharapkan ONT receiver tidak rusak. Terutama untuk ONT yang berjarak dekat dari OLT dan jumlah splitter masih menggunakan dua split way sehingga loss pada ODN masih kecil sekali. Attenuator biasanya terdiri dari 5 dB dan 10 dB. Adapter akan diperlukan untuk menghubungkan konektor dan attenuator.

10 thoughts on “Optical Distribution Network (ODN)

  1. Alhamdulillah saya menemukan artikel yg saya cari.
    Pak tri jika berkenan, apakah saya bisa dikirimkan artikel tentang fiber optik dan aplikasi fiber optik yg sedang dikembangkan? Data ini akan saya gunakan sebagai referensi untuk pembuatan proposal kerja praktek.

    Jika berkenan, mungkin bapak bisa mengirimkan datanya ke email saya : mandala.first@gmail.com

    Untuk fiber optik sebenarnya ada banyak seperti DWDM, PTN, Mux, GPON. Kebetulan saya hanya belajar GPON. Jadi belum bisa membantu banyak. Artikel tentang GPON sudah saya kirim.

  2. Pak.. sptnya sy sdg ada masalah dengan GPON ini pak..:)
    Saya menggunakan jaringan Metro-E T****m yang menggunakan GPON sbg lastmilenya. ada lokasi Denpasar, Jogja, Semarang, bandung, dan palembang yg menggunakan GPON, masing2 kapastias 5Mbps…backhauling poin to poin ke Jakarta. Aplikasi yang saya lewatkan ke jaringan GPON tsb adalah video streaming dengan protocol UDP Multicast. Jogja, Semarang, bandung Ok.
    Masalahnya, untuk lokasi Denpasar dan Palembang gagal. protocol multicast diblok. trafik tidak lewat sama skali. sy sdh koordinasi dg vendor untuk utak-atik setting konfigurasi GPON-nya untuk meng-allow protocol multicastnya, tp berhari2 tetep jg tidak berhasil. Akhirnya kami pake L2 Switch sebagai pengganti GPON, narik FO lagi sbg lastmilenya.
    kalau mau konsultiasi bisa dihubungi ke jalur japri mana pak ya?
    mohon bisa dishare bahan-bahan materi GPON ke alamat email saya pak goenk.2k@gmail.com
    terima kasih.

    Pak, untuk Denpasar dan Palembang kan harus menyeberang lautan. Jangan-jangan diblok oleh operator tersebut. Mungkin bisa minta dibuka keran untuk multicast…

  3. saya tertarik & sangat setuju dengan pernyataan Pak Tri, “Tips dari saya adalah jangan pernah meletakkan ONT sebelum di-split maksimal (64)”
    tapi, bagaimana caranya bisa menyentuh 64 ya Pak? sy pakai 2 spliter 1:4 saja loss budget nya sudah -27dBm.
    mungkin pak Tri ada masukan dan bisa sy uji coba.

    bisa sharing japri ya pak, email sy alitbagus@gmail.com

    trimakasih

    Ada beberapa pertanyaan yang saya kirim via email. Please check…

  4. artikelnya sangat membantu pak..
    boleh saya share bahan2 tentang gpon..
    aplikasi apa yang bisa dipakai untuk mensimulasi jaringan gpon..
    terima kasih..

    email saya tiyoblack.madness@yahoo.co.id

    Saya kurang tahu aplikasi apa yang biasa digunakan untuk simulasi jaringan GPON.. Bahan teoriny sudah saya kirim.

  5. thanks artikelnya pak🙂 , saya ada rencana pembuatan konsep pengembangan FTTH untuk perumahan di kota saya , saya di bantu pak bahan” materi yang mendukung , termasuk gpon tentunya , apakah teknologi ini masih mahal di indo ? – salam –

    Sepertinya GPON masih mahal untuk orang Indonesia secara umum. Ada beberapa hal yang membuat mahal. Pertama, jaringan fiber optiknya, kedua ONT/ONU. Jika di-deploy di kompleks yang lumayan elit, harga ONT/ONU-nya akan terjangkau bagi mereka. Sampai sekarang deployment GPON secara massive untuk residential belum terlihat.

  6. pak Tri,
    kalau sy lihat pada olt vendor zte zxa10 C300 saya lihat di spec = ”
    support up to 1:128 splitter ratio and long reach up to 60km coverage, up to 16384 subcriber” , bearti spliter tahp nya bisa sperti ini pak : olt —1:4->—–1:32 , atau olt olt—1:4->—–1:8->—–1:4 , mohon di koreksi😀, maturnuwun pak🙂 salam

    Betul Pak, splitternya bisa beberapa tahap. 1 x 4 dan 1 x 32 digabung jadi 1 x 128

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s