Bulan Administrasi

Bulan Maret ini adalah bulan administrasi bagi saya. Beberapa hal harus diurus dan berkaitan dengan birokrasi. Hal ini disebabkan oleh hilangnya beberapa kartu penting, seperti KTP, ATM dan juga ada SIM yang expired ditambah lagi pelaporan SPT tahunan ke kantor pajak.

Hari Sabtu tanggal 7 Maret, saya bergerilya ke kantor polisi sektor kota Bogor bersama anak dan istri (para pengikut setia). Padahal saat itu, saya dan Istri, sedang agak pusing. Sesampainya di kantor polisi, suasana cukup sepi, tapi ternyata di dalam kantor ada beberapa polisi yang sedang berjaga menyambut kedatangan rombongan kami.

”Pak, saya mau buat surat kehilangan…”
”Oh, boleh Pak. Silahkan…”

Ramah juga. Akhirnya saya mulai memproses surat keterangan kehilangan KTP dan ATM. Pak Polisi membuatnya dalam satu kertas. Masih dalam ruangan teras kepolisian, saya berpikir, bukannya pihak Bank dan Pemda akan meminta surat ini asli semua ? Lalu saya minta agar surat tersebut dipisahkan. Ternyata Pak Polisi tidak mau. Usut punya usut, kalau dibuat dua surat terpisah, maka harus kerja dua kali untuk mengetik surat. Terpaksa berpikir untuk mengakali hal ini. Pikir saya, daripada harus balik lagi ke kantor polisi. Saya usul ke polisi tersebut, bagaimana jika setelah diketik, surat difotokopi dan dicap polisi. Polisi tersebut setuju dan memberikan cap dengan note sebagai berikut : Sesuai dengan Aslinya, ttd perwira….

Setelah dicap asli dan fotokopi, saya mengucapkan terima kasih. Proses pembuatan administrasi surat tidak membutuhkan biaya administrasi sedikit pun. Surat keterangan kehilangan memiliki jangka waktu berlaku selama 7 hari. Hal ini baru disadari setelah sampai di rumah. Sepertinya harus cepat-cepat mengurus ke Pemda dan Bank.

Pekerjaan pertama sudah selesai. Lalu mulai pekerjaan kedua, yaitu pengurusan ke Pemda untuk KTP dan selesai dalam 2 hari. Lumayan juga.

Pekerjaan ketiga ini adalah pengurusan ATM bank yang hilang saat karena ceroboh tidak mengambil kartu saat selesai transaksi pengambilan uang. Ceroboh sekali. Hari Kamis siang (12/03) saya datang ke bank di lantai dasar gedung tempat saya bekerja. Setelah berbicara dengan Satpam dan memberitahukan kalau saya ingin mengurus penggantian kartu ATM yang hilang, saya diberikan nomor urut antrian. Antrian sih tidak banyak, tapi lama sekali. Hampir setengah jam menunggu customer service melayani nasabah. Giliran saya akhirnya tiba. Saya utarakan kalau saya mau mengurus penggantian kartu ATM yang hilang. Customer Service pun menanyakan dua dokumen tersebut. Tak lama kemudian, saya diberikan dua formulir tentang data diri dan rekening serta hal-hal yang menyangkut kehilangan. Ternyata pengurusan ATM cukup mudah jika surat keterangan kehilangan dari kepolisian sudah ada dan fotokopi KTP 1 lembar sudah disiapkan.

Formulir yang sudah selesai diisi diberikan pada customer service (CS) dan saya diberikan kartu baru. CS pun meminta saya memasukkan nomor PIN lama dan nomor PIN baru. Selesai sudah. Kartu saya pun dinaikkan dari silver menjadi gold dengan limit besaran transaksi semakin bertambah, tetapi biaya administrasi tetap. Biaya kartu 15 ribu rupiah.

Akhirnya dua kartu sudah ada lagi di dompet. Tiga pekerjaan sudah selesai bulan ini. Masih menunggu pekerjaan administrasi yang lain untuk warga negara yang baik. Hehehe…

Tinggal perpanjangan SIM dan pelaporan pajak dari SPT tahunan. Ribet juga sih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s