Two Thumbs Up untuk Perpanjangan SIM

Hari ini (17/03) berangkat pagi-pagi ke kantor polisi resort kota Bogor di daerah Kedunghalang. Jam setengah tujuh sudah meluncur dari rumah diantar anak istri sampai depan tukang sayur. Perjalanan cukup lancar sampai daerah Jambu Dua, tetapi begitu lewat putaran jalan Baru. Macetnya gak ketulungan. Mobil dan motor masih bisa bergerak secara perlahan.

Sampai di kepolisian, masih jam 7 pagi. Tegur sapa dengan Polisi yang berjaga di Pos, Beliau bilang masih terlalu pagi untuk buat SIM sambil tangannya menunjuk ke lapangan. ”Tuh, masih pada apel pagi..”. Terpaksa deh jalan-jalan dulu di sekitar Kedunghalang tersebut sambil nongkrong di depan toko-toko yang masih tutup. Dari arah Cibinong yang ke arah Bogor pun, mobil dan motor melaju tersendat. Macet banget daerah ini. Setelah setengah jam lebih berada di luar kepolisian, akhirnya mencoba masuk lagi ke kantor polisi. Polisi mempersilahkan langsung ke tempat pembuatan SIM.

Di lokasi pembuatan SIM, terdapat beberapa loket pembuatan SIM.
Loket 1 – Pembuatan SIM baru/Peningkatan Golongan
Loket 2 – Perpanjang SIM
Loket 3 – Pembuatan SIM baru
Loket 4 – Pengambilan Formulir
Dan ada loket Pengambilan SIM yang sudah jadi. Di bawah masing-masing tulisan loket tersebut ada pernyataan ”Tidak dipungut biaya” seakan-akan menginstruksikan kepada pemohon pembuatan SIM untuk tidak mengeluarkan biaya tambahan kecuali biaya resmi. Ada juga himbauan untuk tidak menggunakan jasa calo dan dianjurkan untuk mengikuti prosedur resmi kepolisian.

Biaya SIM juga sudah ditetapkan oleh kepolisian :
SIM baru – 75 ribu Rupiah
Perpanjang SIM – 60 ribu Rupiah

Ada aturan juga untuk menggunakan map kuning untuk SIM A, map biru untuk SIM C, dan map merah untuk SIM lainnya. Kalau map ini bisa dibeli di bagian pemeriksaan kesehatan ataupun toko/koperasi yang berjualan di kepolisian.

Yang perlu dibawa hanya 1 fotokopi KTP dan SIM lama. Jika ragu, bawalah 2 fotokopi KTP. Jangan lupa juga untuk membawa pulpen untuk mengisi formulir permohonan pembuatan/perpanjangan SIM.

Saran saya, datanglah ke kepolisian jam setengah 9 pagi. Masih sedikit orang dan bagian administrasi di kepolisian akan buka jam 9 kurang. Saya terpaksa menunggu cukup lama karena ketidaktahuan ini, yaitu sekitar 1 jam lebih.

Begitu datang, sekitar jam 8-an, saya langsung menuju ke bagian kesehatan yang berada tepat di belakang kantin dan koperasi kepolisian. Di bagian kesehatan, ada tes untuk mengetahui apakah pemohon SIM buta warna atau tidak. Setelah tes ini lulus, pemohon dapat langsung membeli map sesuai dengan kondisi pemohon. Map kuning untuk SIM A pun saya beli, setelah itu map kuning berisi fotokopi KTP, SIM A asli dan surat keterangan sehat di-staple jadi satu dan dimasukkan ke dalam map kuning tersebut. Untuk proses ini, dikenai biaya 15 ribu Rupiah ditambah biaya map seribu Rupiah.

Setelah itu, dokumen saya letakkan di loket 2 mengikuti saran salah satu polisi wanita agar dokumen ditaruh di situ supaya kalau ada yang datang belakangan dokumennya akan diproses sesuai antrian. Acara selanjutnya adalah bengang-bengong sampai loket 2 dibuka. Masuk antrian nomor 2. Rajin juga nih.

Tepat jam 9 kurang 10 menit, loket dibuka dan dokumen diproses. Dipanggil sesuai antrian dan diminta untuk membayar 60 ribu Rupiah. Setelah itu, diminta untuk menunggu di depan ruang 33. Sempat bingung juga, kok tidak diminta untuk ambil formulir. Ternyata setelah menunggu sekitar setengah jam, ada Polisi yang memanggil nama-nama pemohon dan di tempat itu formulir dibagikan kepada para pemohon.

Sebelum mengisi formulir, ada buku pendaftaran pemohon. Pemohon yang hendak membuat SIM baru harus mengikuti ujian dan pemohon perpanjangan hanya mengisi formulir saja. Cuma 1 lembar, isinya data-data diri, alamat sesuai KTP (bukan SIM loh), nomor resi pembayaran, nomor KTP, nomor paspor (jika ada), nama orang tua, alamat darurat yang bisa dihubungi. Ada juga petunjuk untuk melingkari. Entah formulir ini seragam untuk seluruh Indonesia atau hanya bagi Bogor saja. Pulpen yang dibawa berguna untuk bagian ini.

Selesai pengisian formulir, serahkan formulir ke petugas polisi. Beliau akan melakukan paraf yang menandakan bahwa dokumen sudah diperiksa. Petugas tersebut meminta pemohon untuk menyerahkan ke bagian foto dan sidik jari. Ketuk-ketuk pintu, lalu masuk untuk menyerahkan data dan keluar lagi menunggu panggilan. Petugas-petugas di dalam melakukan entry data pemohon pada database kepolisian. Setelah itu, saya dipanggil untuk foto dan sidik jari lalu keluar lagi dari ruang foto.

Akhirnya proses terakhir deh, kurang dari 5 menit, SIM sudah jadi dan dibagikan ke peserta pada loket Pengambilan SIM. Benar-benar kilat. 1 jam jadi. Tanpa pungutan. Polisi sudah mulai menunjukkan profesionalisme dan kewibawaannya sebagai contoh bagi masyarakat.

Tidak semahal yang dikira. Total hanya 76 ribu Rupiah yang saya setor dan itu semua resmi. Salut buat para pejabat Polri yang sudah mulai melakukan reformasi di tubuh kepolisian.

Ringkasan pembuatan/perpanjangan SIM :
1- siapkan 1 atau 2 fotokopi KTP, pulpen, dan SIM yang hampir expired.
2- Datanglah jam setengah 9 tepat di kepolisian
3- Buat surat keterangan kesehatan dan bayar 15 ribu
4- Beli map 1 buah dengan warna sesuai SIM yang dibuat (biaya seribu)
5- Masukkan dokumen di loket pendaftaran
6- Bayar 60 ribu untuk perpanjangan SIM atau 75 ribu untuk pembuatan SIM baru
7- Isi formulir dan serahkan ke petugas untuk diperiksa dan dibubuhkan paraf/tandatangan. Untuk SIM baru, perlu mengikuti ujian teori dan praktek terlebih dahulu
8- Serahkan formulir ke bagian foto dan sidik jari
9- Tunggu panggilan untuk foto dan sidik jari
10- Tunggu panggilan untuk pengambilan SIM baru

Oh iya, ada pembuatan SIM keliling khusus perpanjangan SIM yang lokasinya berpindah tempat setiap Selasa dan Kamis di wilayah Kotamadya Bogor. Beberapa lokasi yang direkam adalah Dreded, BTM, Pasar Anyar, tapi ingat lokasinya berpindah tempat dan harus dikonfirmasi dengan petugas kepolisian.

Semakin mudah kan…

9 thoughts on “Two Thumbs Up untuk Perpanjangan SIM

  1. Kemudahannya jangan digunakan hal-hal yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan ya pak (baca: jangan dijadikan unit bisnis baru:D)

  2. Sy perpanjangan SIM di SATLANTAS JABABEKA CIKARANG,kena tipu coy..pertama..biaya tes kesehatan 20rb,disitu suruh byar lg buat tes mata 5rb,trus ambil form di bank 60rb,asuransi 30rb,lha ini,pas difoto,kok salah seorang polisi kok maksa minta duit 60rb ktanya buat memperlancar pembuatan sim,kalau ga mau,ya ga difoto,ngomongnya nyante bgt tuch,tanpa tkut dosa,mau tk ksih 15rb g mau,ktanya itu biaya administrasi,pokoknya minim 40rb deh,kt pak polisi yg terhormat itu.wah..amat disesalkan ya,didalam kantor kepolisian sendiri kok ad praktek pungli,polisinya sendiri lagi yg jadi calo,sya malu jadi warga indonesia kalau wajah kepolisiannya aja sama dgan wajah maling ayam dikampung saya,malah lebih mengerikan.polisi yg ktanya membela rakyat,melindungi dan mengayomi,malah lebih mirip preman di prapatan jalan.sampai kapan kepolisian kita akan seperti itu,kalau g punya sim,bermasalah,tpi klo mau punya malah dibuat susah.pak polisi…g kasian tuch ama anak istri,dikasih nafkah dari ketidakikhlasan orang bnyak..

    1. Sepertinya tiap lokasi masih berbeda pelayanannya ya.. Saya melakukan pembuatan SIM saat masih jaman SBY – Kalla dengan perbaikan birokrasi yang lumayan bagus. Semoga sih pelayanan perpanjangan SIM semakin membaik…

  3. Mungkin oknum aja mas tri,sangat disesalkan memang,tpi yah..gmna lagi,mungkin memang udh begitu caruk maruk wajah kepolisian kita,walaupun ga semua polisi seperti itu…

    1. Iya, kesalahan satu orang bisa merusak reputasi satu institusi. Dulu teman saya pernah mengalami kesulitan dalam membuat IMB, kemudian dilaporkan ke pemerintah kota Depok dan keluhannya langsung ditanggapi dengan melakukan pemanggilan Camat.
      http://gyannara.wordpress.com/2009/09/30/proses-pembuatan-imb/
      Kalau memang bisa, coba saja di-complain. Setahu saya, kepolisian juga melakukan tindakan untuk mendisiplinkan staf kepolisian. Cuma keluhannya disampaikan kemana ya ?

  4. Sya sebenarnya udh telp ke no pengaduan nya,ya itu polisinya jawabnya gelagepan waktu sy tanya kok foto buat sim aja dimintain uang lagi,polisi nya malah nyuruh sy datang dan menyelesaikannya baik2,dan dia katanya tidak tahu menahu urusan diblik layar itu.sya mau ke satlantas bawa wartawan,karna kebetulan teman sya seorang wartawan plus reporter tv swasta terkemuka di jakarta.tpi polisinya menolak dan sekali lg meminta sy unk datang ke satlantas lg.tpi ya udah lah,mungkin itu sy jdikan pengalaman sy,nanti 5thun lg kalau sya mau perpanjangan sim lg mau sy semoga udh lebih baik lagi pelayanannya ya.

    1. Ternyata sudah satu langkah ke depan nih… Untung-untungan juga sih. Soalnya kalau browsing di internet, ada yang memuji beberapa lokasi pembuatan SIM yang sudah tanpa pungutan, tapi ada juga yang mencela seperti yang Anda alami. Jadi tergantung daerahnya juga. Semoga ke depannya jauh lebih baik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s