Penyebab Kemacetan Kota Metropolitan

Setelah mengalami hiruk pikuk Jakarta selama lebih dari 3,5 tahun dan mengalami hampir 9 bulan pulang pergi Jakarta – Bogor. Ada beberapa benang merah yang dapat diambil menjadi penyebab kemacetan di kota metropolitan seperti Jakarta. Beberapa saya coba angkat di sini :

    1- Terminal bayangan yang muncul karena adanya ada kebutuhan untuk transit. Di setiap kota, tempat strategis akan menjadi suatu tempat berkumpul. Kemudahan untuk mencapat tempat berkumpul ini menyebabkan tempat ini mejadi persinggahan yang lambat laun mengubah fungsinya menjadi terminal bayangan. UKI adalah terminal bayangan terbesar yang sering saya lalui.
    2- Halte-halte tempat orang naik bis, mikrolet, metromini, taksi. Coba deh cek di halte sebelum pintu tol cawang. Dari kaca belakang bis kelihatan banget mobil-mobil macet di situ dan leluasa setelahnya. Padahal bis kota hanya berhenti kurang dari 10 detik sambil berjalan perlahan mencari penumpang.
    3- Pasar. Hadirnya pasar di tengah suasana perkotaan memudahkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, kehadiran pasar juga turut menyumbang kemacetan karena ada turun naik penumpang dari angkutan umum beserta barang-barang belanjaan. Ada juga becak dan motor yang kadang melawan arah. Contoh Pasar Minggu.
    4- Mall yang merupakan tempat nyaman untuk belanja ataupun sekedar melihat-lihat memiliki potensi yang cukup besar dalam membuat kemacetan. Mall Akan dibangun di tempat-tempat yang strategis dan merupakan persignan sehingga mudah dicapai oleh setiap orang. Adakalanya mobil harus memotong laju mobil yang lain untuk mencapai mall.
    5- Zebra cross di jalan juga memperlambat laju kendaraan karena hilir mudik penyeberang. Apalagi pada zebra cross tidak ada lampu lalu lintas yang mengatur. Tambah panjang deh kemacetan dan menghambat laju pergerakan penduduk. Ditambah lagi mikrolet yang menunggu penumpang. Contoh di zebra cross Ambassador.
    6- Demonstrasi. Ini yang bisa membuat kemacetan mendadak. Apalagi sifat demonstrasi itu insidental dan tidak setiap saat, tapi dampaknya sangat luar biasa bagi hiruk pikuk jalan raya. Yang lebih mantap jika para demonstran berjalan di tengah jalan raya dan menghalangi laju kendaraan. Contoh di depan gedung DPR, Bunderan HI.
    7- Pejabat kenegaraan lewat. Tidak semua pejabat lewat menyebabkan kemacetan singkat ini. Hanya pejabat tertentu saja yang kadang memblok arus mobil dan motor yang hendak lewat jalan tersebut.
    8- Kecelakaan. Kalau ini memang tragedi yang tidak diharapkan terjadi bagi para pengguna jalan, tapi kejadian ini disebabkan kelalaian yang tidak disengaja.
    9- Mobil mogok, terlebih jika bis yang mogok. Walaupun hanya satu mobil saja, runyam sudah para pengendara yang berada di belakang mobil mogok. Jika terjadi pada saat jam berangkat atau pulang kantor, jalan raya akan menjadi tempat parkir ratusan mobil.
    10- Saling serobot di perempatan jalan. Kadang para pengendara mobil atau motor tidak mau kalah dengan yang lainnya dan tetap memaksakan kendaraannya melewati perempatan. Padahal seharusnya saling mengalah dapat mengurangi kemacetan akibat saling serobot ini. Keadaan seperti ini biasanya terjadi pada persimpangan jalan tanpa lampu merah atau persimpangan yang lampu merahnya mati/rusak.
    11- Hujan, baik rintik-rintik ataupun deras, akan menyebabkan laju kendaraan melambat. Semakin banyak kendaraan yang lewat pada saat itu, maka kemacetan tidak bisa dihindari. Hujan biasanya akan menyebabkan kemacetan merata pada semua daerah di Jakarta yang ditimpa hujan. Waktu tempuh bisa 2 – 3 kali lipat waktu tempuh normal.
    12- Banjir yang sering melanda Jakarta adalah salah satu keadaan yang membuat Jakarta nyaris lumpuh. Banjir akibat hujan deras atau kiriman dari kota tetangga. Otomatis mobil dan motor pun jarang yang berani mengambil resiko melintasi daerah banjir. Banjir besar Jakarta 5 tahunan pun menjadi hal yang harus siap dihadapi warga Jakarta di samping banjir tahunan. Contoh yang paling mengenaskan adalah banjir yang menghadang orang-orang yang akan menuju atau pulang dari bandara Soekarna-Hatta. Akses ke bandara internasional kok banjir ???
    13- Pohon tumbang. Ini kejadian yang jarang terjadi, tapi mengingat rata-rata pohon sudah mulai menua umurnya. Maka pohon tumbang merupakan hal yang harus diwaspadai. Kejadian pohon tumbang pernah menimpa Jalan Sudirman. Pohon tumbang biasanya akibat hujan angin ataupun pohon yang sudah lapuk.
    14- Pedagang kaki lima yang menjamur sampai ke jalan raya. Selain memperkaya suasana Jakarta, pedagang kaki lima memberi sumbangan bagi kemacetan Jakarta. Mobil dan motor pun terpaksa memperlambat laju kendaraan.
    15- Pintu Tol. Keluar masuk tol bagi pengendara mobil adalah suatu hal yang biasa. Begitupun kemacetan yang menyertainya. Rata-rata mobil harus antri untuk melakukan pembayaran tol. Mau tidak mau ada downtime yang terjadi selama proses tersebut.
    16- Jalan menyempit. Sudah umum rasanya jika jalan raya yang dibuat menyempit pada suatu ujung, misal dari 3 jalur menjadi 2 jalur. Terjadilah bottleneck karena arus mobil yang banyak harus mengantri pada jalur yang lebih kecil.
    17- Jalan berlubang atau rusak. Ketika melewati jalan berlubang atau rusak, para pengendara akan lebih sering menginjak rem daripada menginjak gas. Hal yang alami dilakukan agar goncangan pada mobil sedikit teredam. Suspensi mobil pun akan lebih terjaga. Jika kerusakan hanya terjadi pada sebagian ruas jalan, maka ini menjadi titik awal kemacetan.
    18- Penyempurnaan infrastruktur jalan. Adakalanya dari departemen pekerjaan umum, melakukan pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan jalan, dan lain sebagainya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap mereka bagi para pembayar pajak kendaraan. Oleh karena pembangunan membutuhkan waktu pembangunan yang cukup lama, maka bersiaplah bagi para pengendara kendaraan bermotor untuk mencari jalur alternatif.
    19- Awas ada galian ! Peringatan ini sering terlihat jika ada galian kabel, galian pipa, dan lain-lain. Mungkin bisa diganti juga dengan ”Awas ada kemacetan”.
    20- Pasar malam, konser juga merupakan salah satu penyebab kemacetan dadakan.
    21- Mobil berputar arah pada satu lajur, tapi berdampak pada 2-3 lajur di belakangnya. Biasanya pengendara mobil akan memutar arah mobilnya untuk mempersingkat waktu ke tempat tujuan. Jika putaran mobil tersebut termasuk putaran mobil favorit dan berada pada tempat yang cukup ramai, maka biasanya yang menjadi korban adalah mobil-mobil pada lajur sebelahnya. Menjadi suatu kebiasaan di Indonesia untuk menyerobot ke depan dan tidak mengikuti antrian pada saat hendak memutar. Kalau sudah begini, kena deh yang lainnya.
    22- Waktu masuk kantor yang bersamaan menyebabkan setiap orang juga bersamaan berangkat ke kantor. Alangkah baiknya ada dua atau tiga waktu yang diatur dan disepakati. Tentunya jangan terlalu pagi karena akan menyiksa karyawan kantor. Yang enak sih jika waktu kantor flexibel sehingga bisa masuk jam berapa saja…

Kemacetan sendiri kadang terdiri dari dua atau tiga kombinasi kemungkinan di atas. Kemacetan pun kadang hanya mengakibatkan antrian mobil beberapa meter sampai beberapa kilometer.

Solusi memang belum dimasukkan dalam artikel ini karena memang tujuan artikel ini adalah mengumpulkan root cause kemacetan.

Apakah ada kemungkinan lain yang bisa ditambahkan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s