Satu Setengah Bulan Sejak Uki Ditutup

Udah hampir 1,5 bulan, UKI ditutup dari bis-bis Bogor. Sejak tanggal 27 Mei 2009, Uki resmi ditutup dari bis-bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Komunitas Bogor Uki pun bubar walaupun tidak secara total. Kelimpungan cari angkutan yang bisa membawa ke Uki. Selama ini memang Uki adalah terminal transit bayangan yang cukup besar di Jakarta. Dampaknya juga membawa saya mencari alternatif lain. Terpaksa biaya transportasi dinaikkan karena untuk ke kantor cuma ada 2 pilihan, yaitu kereta Tanah Abang – Bogor (turun di Sudirman­­) atau naik ke Lebak Bulus trus disambung ke arah Sudirman. Biayanya lebih mahal dari transportasi kalau via Uki.

Sebenarnya ada alternatif lain, yaitu lewat Pasar Rebo atau Kampung Rambutan, tapi sayang jalur ini sepertinya tidak siap menerima kebijakan pemerintah kota DKI karena banyak bis-bis Jakarta seperti P6 yang tidak lewat jalur ini. Padahal bis-bis ini membludak di Uki. Mungkin ini bisa jadi saran buat Pemkot DKI untuk membenahi sistem transportasi di Jakarta dan memberdayakan Kampung Rambutan sebagai terminal resmi untuk menerima semua bis dari Selatan.

Naik kereta memang lumayan cepat (±1 jam Sudirman – Stasiun Bogor) karena tidak terjebak kemacetan, tetapi tarif untuk ekspress sepertinya terlalu mahal. Apalagi banyak penumpang yang harus berdiri jika tidak kebagian tempat duduk. Belum lagi AC yang tidak terasa karena begitu banyak penumpang. Pusing juga.  Pengeluaran dari Rumah ke kantor pulang pergi jadi resmi 34 ribu Rupiah. Biaya ini naik dari 26.500 Rupiah kalau naik via Uki. Cuma keuntungannya pulang pergi jadi lebih cepat.

Alternatif via Lebak Bulus mungkin diabaikan dulu karena bis-bis tersebut sangat penuh sekali pada saat pulang kantor dengan terminal keberangkatan Lebak Bulus. Di Lebak Bulus mungkin masih sepi, tapi penumpang akan bertambah terus sebelum masuk tol. Otomatis yang duduk pun merasa nyaman (persepsi saya). Harga tiketnya pun masih di atas kereta api dan harus naik angkutan lagi jika mau ke Sudirman.

Kira-kira apakah penutupan Uki memberikan perbaikan bagi sistem transportasi Jakarta ? Let time answer this question.

7 thoughts on “Satu Setengah Bulan Sejak Uki Ditutup

    1. hehe… kalau banyak pelanggan sih bisa untung, tapi kalau pelanggan kurang malah bisa buntung. nombok dari gaji deh…

  1. Penutupan jalur Bogor-UKI cuman bikin susah pengguna angkutan umum …. waktu tempuh makin lama…. biaya makin mahal …. inilah solusi yang membuat masalah baru.

    Kampung rambutan juga lebih semrawut lagi …. udahlah jauhh… ah pokoknya ngerepotin aja.

    1. Naik kereta juga susah… AC ekspress harus rela berdiri padahal bayarnya lebih mahal. Bagaimanapun juga naik bis AC dari Bogor ke Uki memang lebih nyaman karena bisa duduk. Apalagi kalau naik ekonomi bisa tiduran dan bayar lebih murah…

  2. Sesudah setahun gimana nih? apa kabar UKI? saya nggak pernah berhenti di UKI lagi

    Sudah benar-benar tidak bisa dilewati bis AKAP. Kasihan juga perusahaan transportasi bis Bogor – Kampung Rambutan yang ditinggalkan penumpangnya. Beberapa kali pulang malam lewat sana, penumpangnya juga sedikit dan bisnya juga sedikit. Sulit penuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s