Hari Yang Melelahkan

Sepulang kerja di suatu sore, bergegaslah saya dan beberapa teman menuju stasiun Sudirman. Seperti biasa, kami mengejar kereta yang akan menuju Bogor.

28 Juli 2009, tanggal yang akan saya ingat karena peristiwa berkesan terjadi hari ini. Biasanya sesampainya di stasiun kereta api, saya akan memesan tiket kereta api express AC yang menuju Bogor. Entah rayuan apa yang membisik di telinga ini, rasanya hari itu saya ingin mencoba kereta api ekonomi AC. Secara harga memang terpaut jumlah yang signifikan. Ekonomi AC seharga lima ribu lima ratus hanya setengah harga express AC.

Setelah tiket kereta api dibeli, dua teman saya memilih kereta yang berbeda. Satu memilih kereta express AC 16.46 yang datang terlambat dan yang satu lagi memilih kereta express AC 17.40. Tinggallah saya sendiri yang memilih ekonomi AC. Setelah termenung sekian lama, tak sadar datanglah kereta ekonomi AC itu. Puuhh, ternyata kursi sebagian besar sudah terisi dan ketika saya masuk kursi tidak tersisa sedikit pun. Padahal kereta ini masih menuju Tanah Abang. Sedikit menggerutu, saya pun berdiri di dekat pintu kereta.

Jam 17.40, kereta ini melaju dari Tanah Abang menuju Sudirman kembali. Ratusan penumpang yang menunggu di Sudirman berjejal memasuki gerbong. Sekejap, gerbong 3 sudah mulai penuh. Ternyata ini adalah awal penderitaan saya di kereta api ekonomi AC. Di stasiun Manggarai, kereta dipenuhi oleh penumpang ekonomi dan pintu pun tidak bisa ditutup. Waduh, kebiasaan sebagian penumpang ekonomi yang tidak bisa disiplin mulai kelihatan. Teriak-teriak di gerbong kereta dan lain sebagainya. Gerbong 3 penuh sesak dan kereta AC itu pun layaknya kereta ekonomi. Panas dan bau keringat. Jadi ingat ketika masih muda dulu. Naik kereta ekonomi tanpa peduli kalau sesaknya kereta menyiksa para penumpangnya. Kembali ke perjalanan saya hari itu. Terpikir juga ini kereta ekonomi AC atau full ekonomi… Sepertinya saya salah naik kereta. Saya pun bertanya pada penumpang di sebelah apakah kondisi seperti ini terjadi setiap hari. Dia bilang tidak setiap hari dan ini adalah insidental. Mungkin disebabkan kereta ekonomi dari kota tidak kunjung datang sehingga penumpang ekonomi naik ekonomi AC.

Kereta melaju dengan sangat lambat seperti tidak kuat menampung penumpang yang sesak, pengap di setiap gerbongnya. Kaki ini seperti tidak kuat menahan beban 70kg. Damn. Tubuh ini sudah tidak muda lagi. Himpitan penumpang lain mulai terasa setiap kereta condong ke sisi tempat saya berpijak. Apalagi kalau ada yang mau turun di setiap stasiun. Ingatan saya langsung mengawang ke lima ribu lima ratus yang saya berikan pada petugas tiket kereta api. Sepertinya tidak worthy nih. Penderitaan pun berakhir di stasiun Depok Lama. Hu uh,  hari yang melelahkan.

Terdampar di Depok Lama masih menyisakan perjuangan. Yup, perjuangan ke Bogor. Sekarang ada dua pilihan, yaitu meneruskan perjalanan dengan ekonomi AC kembali atau ekonomi. Dua-duanya adalah pilihan yang sulit karena dua-duanya full dengan penumpang yang berjejalan. Sepertinya harus bersabar menunggu kereta yang agak kosongan. Soalnya hari itu lagi bawa laptop nih…

Setelah melewatkan kesempatan untuk naik beberapa kereta, akhirnya dapat juga kereta ekonomi AC yang agak kosong. Lumayan bisa berdiri dengan santai. Sesampainya di Bogor, kereta pun berhenti. Ada kereta yang menghalangi saya menuju peron pemeriksaan karcis. Kayaknya harus melompat naik. Satu tangan menggapai pegangan pada kereta dan satu kaki melompat. Hop, buk. Aduh kaki saya tergelincir dan kaki kiri yang sudah terlanjur naik terbentur lantai kereta. Ouch, sakit euy. Benar-benar hari yang melelahkan…

Hari itu, saya harus instalasi software di komputer. Langkah kaki pun menuju rumah orang tua saya yang searah dengan rumah saya. Sekitar jam 10 saya pulang ke rumah dan mendapati putri kecilku yang mungil masih belum bobo. Ternyata hari itu, putri kecilku malah mengajak begadang. Capeknya. Jam 12an saya coba ajak tidur dan dia pun tertidur, tapi jam setengah tiga pagi, putri kecilku bangun dan malah mengajak main laptop sampai jam empat pagi. Hari ini cukup melelahkan…

Akhirnya hari ini saya telat banget sampai kantor….

2 thoughts on “Hari Yang Melelahkan

  1. Untungnya kemarin saya naik yang Bojong Gede express (berangkat dr tanah abang pukul 16.59). Awalnya sih mau naik Bogor Express, 16. 46, tapi karena kereta tersebut telat saya putuskan naik Bojong Gede Express.

    Sempat terbersit pikiran untuk naik Ekonomi AC, 17.40, tp sepertinya Allah SWT masih memberikan petunjuk dan kemudahan kepada saya. Alhamdulillah ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s