Feel the Rover’s Spirit

Setelah menemani 1,5 tahun lebih, Kijang Rover ’96 yang sudah hampir 14 tahun umurnya ini masih terlihat garang di jalanan. Kijang Rover ini memang jarang dipakai jalan-jalan ketika hari biasa karena untuk transportasi ke kantor, saya cukup menggunakan transportasi kereta. Terbayang juga kalau menggunakan Kijang Rover menempuh 120 kilometer setiap harinya. Kayaknya perawatan mobil tiap tahun bakal meningkat drastis. Mulai dari ganti oli tiap bulan (3000 – 5000 km), ganti ban tiap tahun jika mulai gundul, cek mesin, isi freon, ganti rem, dan lain sebagainya. Walaupun jarang digunakan sebagai transportasi harian tetapi Kijang Rover ini digunakan untuk keperluan weekend, jalan-jalan ke rumah saudara, kondangan, dan pulang kampung ke Jawa.

Untuk keperluan pulang kampung, sudah 3 x Rover ini melaju di jalur pantura. Magelang Bogor adalah rutinitas dalam 2 tahun terakhir ini. Bahkan Rover ini pernah melintas sampai Madiun untuk ke rumah Eyang saya. Diterpa kondisi macet dan lancar. Rover ini sangat stabil walaupun dipacu sampai 140 km per jam (based on my experience)

Sesekali ketangguhan Rover ini dijajal di perbukitan menuju Wonosari di daerah kabupaten Yogya. Gersang juga daerah sana.

Gambar 1 - Rover sedang parkir di rumah mertua ipar - Wonosari
Gambar 2 - Rover masih di gersangnya Wonosari

Di carport rumah mertua, Rover tampak gagah terparkir di bawah pohon rambutan. Carport ini bisa muat dua mobil.

Gambar 3 - Rover di carport mertua
Gambar 4 - Rover tampak depan

Rover ini memang masih tampak mulus karena pemilik lama memang merawat Rover ini dengan baik. Apalagi kondisi mesin memang benar-benar masih sangat mulus. Sebelum membeli Kijang Rover ini, ada beberapa kandidat mobil Rover yang ditawarkan, tapi sayang bodinya dan interiornya sudah hancur. Ini adalah mobil Rover yang benar-benar terawat. Harganya pun jauh di atas rata-rata.

Toyota Kijang Rover membuat saya jatuh cinta akan kemegahan desain Kijang yang bisa mengangkut semua keluarga. Anak saya pun merasa nyaman dengan kasur buatan yang digelar di kursi belakang. Biasanya kalau pulang kampung, ada sekerat teh botol yang dijadikan dasar untuk memperluas jok belakang. Di atasnya ditaruh tikar dan selimut. Lalu bantal dan guling melengkapi lelapnya tidur anakku sepanjang perjalanan. Mengingatkan perjalanan mudik saya belasan tahun silam. Rombongan dari Bogor berangkat menuju Madiun. Perbedaannya, rombongan yang sekarang lebih sedikit dibanding rombongan terdahulu.

Gambar 5 - Rover parkir di warung Bu Imas - Jalan Mijen Semarang

Rover ini cocok juga buat yang ingin punya mobil keluarga, tapi budget sedikit. Mau mencoba ?

4 thoughts on “Feel the Rover’s Spirit

    1. Sudah banyak hasil bumi yang dibawa ke Bogor, mulai dari durian, rambutan, kelapa, beras, salak pondoh, sampai pohon pisang kepok… Terlalu banyak jasanya…

  1. miliku k spr 90, tng 1. bensin boros, dlm kota 1 l=6,4 km, luar kota 8 km. saran bengkel perlu skoor klep. swit kaburator sudah ganti. bgm tentang usul bengkel? mohon saran

    Persis mobil saya. Dulu dalam kota 1:5 tapi sekarang sudah naik jadi 1:7 atau 1:8. Sedangkan luar kota jadi 1:11 mendekati 1:12.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s