Berjuang Dalam Kesederhanaan

Beberapa hari ini saya dapat teman seperjalanan dalam kereta ekonomi. Bukan teman baru, tapi teman sekantor yang biasanya setia menaiki kereta ekonomi AC ataupun ekspress. Walaupun kadang-kadang saja mereka naik ekonomi dan intensitas naik kereta ekonomi tidak seperti saya, setidaknya ada satu alternatif transportasi yang berhasil saya tawarkan kepada mereka.

Naik kereta ekonomi adalah salah satu bentuk manifestasi ide saya tentang bagaimana melakukan penghematan drastis atas biaya hidup yang semakin lama semakin besar. Sebelumnya saya adalah penggemar setia bus Bogor – UKI Jakarta, tetapi ternyata kebijakan Pemprov DKI yang melarang terminal bayangan ini dan mengubah terminal transit dari UKI menjadi Kampung Rambutan membuyarkan moda transportasi sebagian warga Bogor. Ada yang beralih ke kereta, ada yang beralih ke mobil pribadi. Adapun bus Bogor sempat menjadi primadona dan jalur gemuk di wilayah UKI mulai kehilangan penumpangnya. Beberapa kali mencoba jalur Kampung Rambutan saat pulang, tetapi ternyata tidak seramai kalau bus ini lewat UKI. Busnya pun semakin jarang muncul.  Padahal dulu bus ini biasa mengantri di UKI dan penumpang dapat memilih bus yang diinginkan. Setiap kursi busnya pun cenderung penuh.

Salah satu alternatif penghematan adalah penghematan uang makan dengan mengoptimalkan dapur di rumah saat pagi hari. Membawa bekal makan siang. Cara ini sudah saya lakukan setahun sejak saya bekerja di Jakarta. Mengingat makan siang di kantor membutuhkan minimal 10ribu Rupiah dengan lauk daging ukuran medium. Dengan uang yang sama dan masak di rumah, 10ribu Rupiah bisa digunakan untuk makan siang dengan lauk daging untuk satu keluarga. Untuk mengatasi biaya makan pagi, saya coba makan pagi di sekitar stasiun karena cenderung lebih murah dibanding makan pagi di kantor. Dengan 2500 Rupiah sudah dapat 2 bungkus nasi uduk plus satu gorengan, sedangkan di kantor bisa 5 ribu Rupiah untuk mendapatkan sepiring nasi uduk plus gorengan.

Ada satu lagi yang harus dilakukan untuk menjaga stamina tubuh tetap fit, yaitu dengan berolahraga. Beberapa pekerja kantoran cenderung melupakan olahraga dalam kehidupan mereka. Senin sampai Jumat dilalui dengan bekerja keras sedangkan hari Sabtu – Minggu dilalui dengan beraktivitas dengan keluarga di mall atau sarana rekreasi lain. Untuk menghindari tubuh tidak fit, saya biasa berjalan kaki sebelum sampai kantor. Setidaknya dengan olahraga ringan ini, saya bisa menggerakkan tubuh saya sebelum bekerja dan sehabis bekerja. Lumayanlah kalau bisa jalan 2-3 km sehari. Otot-otot kaki pun bisa bekerja dengan baik. Sehat sekaligus bisa menghemat ongkos ojek dan angkot.

Dengan tidak bergaya hidup mewah, setidaknya bisa merasakan gaya hidup kalangan bawah yang setiap hari harus berhimpit-himpitan di dalam kereta ekonomi, makan di warung pinggir tenda yang murah meriah, berjalan kaki sebelum sampai tujuan. Siapa tahu ke depannya bisa menjadi orang yang tidak tergiur dengan kemewahan dunia yang melenakan. Menaikkan level gaya hidup lebih mudah dibanding menurunkan tingkat gaya hidup. Jika sekarang bisa menerapkan hidup hemat, maka kapanpun kita mau, kita bisa melakukan cara hidup ini.

Lifestyle is a choice, so prefer what is best for you..

5 thoughts on “Berjuang Dalam Kesederhanaan

  1. Mantap…kesederhanaan bukanlah cermin ketidakmampuan tetapi cermin kecerdikan dalam mensiasati hidup..

    Bravooo…

    kalau saya presiden (atau minimal pejabat eselon), mungkin sudah disorot nih sama media massa…

  2. dlm benak terfikir akan ‘berbuat’ hal yg sama,.tp ketika memulai terkadang ‘agak’ sulit,..shg perlu dukungan keluarga, lingkungan jg diri sendiri…(!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s