Kemitraan Membangun Ekonomi Pedesaan

Menyusul kelahiran pedet mungil yang lucu, terbetik rencana untuk menyiapkan pembelian sapi yang baru berjenis kelamin jantan. Ini merupakan salah satu cara untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk usaha. Setelah sekian banyak uang yang terhambur untuk hal-hal konsumtif, saya mulai tersadarkan bahwa roda kehidupan terus berputar. Bisa melibas siapa saja. Belum tentu kenyamanan yang saya peroleh selama ini dapat bertahan sampai masa pensiun nanti. Ada saatnya untuk melakukan hal yang bersifat berguna untuk di kehidupan saat tua nanti.

Setelah menimang-nimang berbagai usaha yang dapat saya jalani, akhirnya masuklah pada mimpi menjadi peternak dan petani. Masuk ke dunia agribisnis. Sebagian yang sudah mereguk sukses sudah tampak dari kehidupan pribadinya. Mungkin tiga mimpi saya terdahulu dapat terwujud.  Jadi pengusaha, pendiri yayasan, dan mendalami bidang keilmuan yang saya dapat pada kuliah.

Ada dua hal yang ingin saya raih setelah meniatkan ini semua ini sebagai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yang pertama, adalah mewujudkan peternakan berbasis kemitraan dengan penduduk desa. Yang kedua, adalah melakukan usaha mandiri. Jika peternakan berhasil mungkin bisa juga dilanjutkan dengan merambah pengembangan biogas sebagai sumber energi alternatif yang dapat digunakan di pedesaan. Bisa jadi alternatif daripada menggunakan bahan bakar migas yang semakin hari semakin naik saja harganya.

Kembali kepada rencana pembelian sapi. Kali ini sapi yang dipilih untuk digemukkan adalah sapi Peranakan Ongole (PO) atau sapi Jawa. Mungkin kebanyakan orang sudah mengenal jenis sapi ini karena populasinya cukup banyak di pulau Jawa. Warna sapi ini rata-rata berwarna putih dan sangat umum digunakan sebagai hewan qurban pada saat lebaran Idul Adha. Mengingat Idul Adha adalah salah satu momen yang tepat dan akan datang sebentar lagi, saya mencoba untuk memanfaatkan momen ini.

Sekarang ini adalah masa survey harga sapi di pasaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah masa pembelian sapi sangat bergantung penawaran dan permintaan di pasar. Ketika penawaran banyak maka harga sapi cenderung lebih murah. Banyak hal yang mempengaruhi mengapa harga bisa murah, seperti saat tahun ajaran baru. Rata-rata peternak menjual sapi untuk memperoleh uang tunai yang akan digunakan untuk menyekolahkan anaknya. Sekitar dua bulan ini pun, harga sapi cenderung jatuh karena masuknya sapi impor di pasaran yang tentu saja melemahkan posisi tawar para peternak. Konon penurunannya cukup drastis sekitar 1-2 juta per sapi. Repot juga nih kalau saat melakukan pembelian harga sedang tinggi dan saat akan menjual justru harga sedang rendah. Ternyata harga sapi di dunia internasional pun mempunyai imbas terhadap naik turunnya harga sapi. Apalagi ketika sapi murah ini diimpor ke Indonesia.

Untuk skenario pembelian sapi periode kedua ini, saya menggandeng mitra baru yang memiliki keinginan untuk beternak sapi. Sekarang, mereka sedang mendirikan kandang sapi sehingga layak ditempati oleh sapi. Sepertinya perlu dilakukan uji terima untuk mengetahui kelayakan kandang sapi. Hehe.. Jika informasi pekerjaan pembangunan kandang sapi sudah selesai, maka pembelian sapi akan dilakukan. Mudah-mudahan investasi di pedesaan mampu membuat geliat perekonomian di pedesaan tumbuh dan berkembang. Ekonomi kerakyatan dengan kemitraan antara penduduk desa dan kota perlu dijalin sehingga kerjasama ini bersinergi menghasilkan asas manfaat. Piuuhh, kalimatnya…

Siapa yang siap bermitra dengan para petani dan peternak di pedesaan ?

2 thoughts on “Kemitraan Membangun Ekonomi Pedesaan

  1. Pak saya sangat tertarik untuk menjadi MITRA…
    bagaimana prosedurnya?
    terimakasih…
    mohon infonya kirim ke email : ye_nuri@yahoo.com

    Sekarang ini rintisannya masih berupa usaha peternakan kecil-kecilan di desa. Kebutuhannya pun masih sedikit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s