Sehatkah Keuangan Anda ?

Baru-baru ini sempat membaca salah satu artikel dari perencana keuangan. Cukup menarik juga bahasan yang dilakukan dalam menganalisis arus keluar masuk dalam keuangan rumah tangga. Sebagian dari angkatan muda memilih untuk menjadi pekerja dalam suatu perusahaan. Pilihan yang cukup aman karena otomatis tiap bulan akan ada pemasukan rutin. Pemasukan rutin ini meliputi gaji pokok, tunjangan transportasi, makan dan tunjangan lain yang sifatnya tetap dan tidak berubah tiap bulannya. Untuk beberapa kalangan, terdapat juga parameter variabel dalam gaji yang bergantung pada jumlah jam kerja tambahan per bulan yang biasa disebut lembur atau overtime. Ini yang menjadi salah satu penghibur para karyawan dalam bekerja. Kadang hasil jerih payah lembur bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lain.

Apakah gaji bulanan menjamin keamanan cash flow keuangan karyawan ? Jawabannya tentu saja bervariasi karena kebutuhan tiap orang berbeda. Setiap orang akan memberikan prioritas masing-masing atas setiap kebutuhannya. Pemberian prioritas bisa sangat subjektif sekali, tetapi ada juga yang objektif. Justifikasi apa yang bisa menyebabkan objektif yang perlu diketahui. Mungkin beberapa ilmu ekonomi yang pernah dipelajari dulu sedikit banyak bisa diterapkan dalam mengatur keuangan pribadi.

Beberapa dari karyawan mengedepankan hal-hal yang sifatnya konsumtif dan memberi low priority untuk investasi, tabungan pendidikan anak, tabungan hari tua, dan tabungan cadangan. Sah-sah saja. Walaupun perlu diingat kalau setiap keputusan memiliki konsekuensi. Baik dan buruk dalam setiap keputusan adalah risiko yang harus diambil. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang menjatuhkan keputusan untuk memiliki rumah. Ini adalah salah satu keputusan yang cukup sulit mengingat harga rumah yang semakin selangit dan seakan tak mau turun. Hal yang akan dilakukan karyawan dalam mempersiapkan pembelian rumah adalah persiapan down payment (DP), pembayaran pajak 10%, pembayaran BPHTB, pembayaran administrasi notaris. Selanjutnya terserah orang tersebut apakah akan melakukan cash keras, cash bertahap atau kredit rumah. Jika pilihan jatuh pada kredit pinjaman ke bank, maka bersiaplah menghitung pengeluaran-pengeluaran lain selain pembayaran cicilan ke bank. Salah hitung bisa menyebabkan kesengsaraan karyawan. Bisa super irit tuh tiap bulan sampai ada adjustment dari kantor dalam acara kenaikan gaji tahunan.

Hitung-hitungan detail tidak saya tampilkan di sini karena sudah banyak dibahas oleh para perencana keuangan. Yang harus diperhatikan dengan seksama adalah pembagian porsi uang yang masuk ke kantong karyawan. Beberapa item yang harus direncanakan adalah :

–         biaya hidup per bulan

–         tabungan pendidikan anak per bulan

–         investasi emas atau usaha sampingan

–         tabungan hari tua selain jamsostek

–         tabungan cadangan untuk mengantisipasi biaya tak terduga

–         cicilan rumah

–         cicilan kendaraan, baik mobil maupun motor

–         rekreasi

Mumpung masih muda dan kuat, siapkanlah bekal tersebut karena tidak ada yang bisa menebak masa depan. Sakit bisa menimpa siapa saja. Tua pun tidak bisa dihindari. Direncanakan pun masih bisa meleset, apa lagi tidak direncanakan.

Dalam rangka menyehatkan keuangan, saya lebih cenderung untuk menyarankan agar sebagian uang yang diperoleh diputar lagi dengan cara melakukan usaha. Merangkul teman seperjuangan yang bisa dipercaya untuk menjalankan bisnis. Bisa juga bermitra dengan orang-orang desa agar mereka tidak perlu ke kota. Memberdayakan pengangguran terselubung bisa menjadi suatu yang mulia untuk dikerjakan para generasi muda Indonesia. Setidaknya itulah yang dilakukan para pengusaha sukses sebelum mereka menggapai kegemilangan bisnis mereka. Bermitra dan berbagi keuntungan. Walaupun harus diingat memutar uang bisa berakibat kerugian juga.

Saran kedua saya adalah menyimpan uang tabungan dalam bentuk emas batangan. Saya lihat kecenderungan emas adalah sejalan dengan laju inflasi. Uang yang dimiliki sekarang cenderung tidak tergerus dengan inflasi. Bayangkan jika seseorang hanya memiliki tabungan di bank. Nilainya akan tergerus oleh nilai inflasi. Rugi juga.

Siapkah kita menyehatkan keuangan pribadi kita ? It’s up to you

One thought on “Sehatkah Keuangan Anda ?

  1. Terimakasih atas tulisan yang bermanfaat ini, kalo emas itu termasuk investasi atau tabungan ya?

    bingung nih.. kalau dibilang tabungan, nilainya tidak tergerus inflasi. Kalau dibilang investasi, nilainya sebenarnya sama saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s