Dunia Fantasi Balita…

Dunia anak adalah dunia yang sangat indah. Tersadar akan indahnya dunia ini ketika sudah mulai banyak masalah kompleks dan super kompleks hinggap dalam kehidupan saya. Anak-anak yang terlahir polos memang memiliki dunia sendiri yang tidak dimiliki orang dewasa. Dunia anak cenderung lebih sederhana dan mereka pun berusaha mencerna kehidupan dengan pemikiran yang simple. Entah ada berapa banyak hal kompleks yang terjadi di luar dunia mereka, sang anak pun tidak pernah peduli. Walaupun saya tidak menafikan bahwa tidak semua anak mengalami dunia yang indah karena harus ikut membantu orang tuanya dalam menjalani hidup dan turut merasakan beratnya hidup. Mungkin ini yang menimbulkan ungkapan ‘masa kecil kurang bahagia’.

Sering sekali dalam hidup ini, saya berusaha mempelajari pola tingkah dan pikir putri saya yang berusia tiga tahun. Cara balita mengekspresikan apa yang mereka dapat memang cukup unik. Salah satu sifat belajar seorang bayi adalah merekam semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Setelah itu, ada fase menirukan hal yang telah direkamnya. Beberapa hal yang sering terlihat adalah sang balita menirukan cara berbicara, cara bertingkah orang dewasa. Ini adalah salah satu metode pembelajaran yang paling sederhana, tapi cukup efektif dalam mengerti fase-fase kehidupan selanjutnya yang akan dilalui balita. Ekspresi menangis, tertawa, marah adalah ekspresi dasar setiap manusia yang sudah dijalani sejak berusia balita. Alangkah sayangnya jika pada masa awal seperti ini, seorang balita tidak diajarkan kebaikan agar ia dapat mengenali kejahatan.

Beberapa hal yang cukup menarik adalah ketika putri saya menirukan bagaimana cara Papa-Mamanya memberikan makan kepada dia. Caranya adalah dengan mengambil boneka dan mulai mengangkat boneka, menggendongnya dengan kain, kemudian mengajak ngobrol boneka dan juga menyuapinya. Bahkan sampai ketika boneka tersebut muntah karena saat itu boneka tersebut sakit. Kadang-kadang boneka tersebut pun dibawa ke toilet ‘fantasi’ untuk pipis.

Putri saya juga gemar sekali melakukan pantomim untuk menunjukkan fantasi dia akan sesuatu. Kadang-kadang ada saja hal baru yang dia ungkapkan melalui bonekanya, atau papa-mamanya dijadikan objek permainannya.

Ternyata pantomim ini tidak hanya dilakukan oleh putri saya. Suatu ketika di kereta rel listrik Bogor Jakarta, saya yang sedang berdiri berada di depan seorang ibu dan putranya. Sang Ibu duduk dengan manis, sedangkan putranya berdiri di belakang ibunya dan berpijak di atas tempat duduk. Tanpa mengindahkan orang-orang yang berjejalan di kereta, anak tersebut asyik masyuk dalam dunia fantasinya memperagakan sesuatu. Bermain dalam khayalannya sampai akhirnya dia tersadar kalau sedang diperhatikan dan dia pun menghentikan aksi pantomimnya. Malu-malu. Senyum-senyum melihat tingkah laku anak kecil di depan saya ini. Berarti anak saya masih dalam kategori normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Keceriaan balita akan terurai dari tingkah lakunya, baik ketika sedang bergaul dengan lingkungannya maupun ketika sedang melakukan ‘pembelajaran’ sendiri.  Mempraktekkan apa yang dia pelajari melalui segala sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Makanya penting banget buat orang tua untuk mengawasi dan membimbing anak saat usia dini agar anak yang dibesarkan dengan susah payah menjadi anak yang berguna. Jadi yang dilihat adalah kebaikan, yang didengar adalah kebaikan dan yang dirasakan adalah kebaikan. Dari tiga output ini akan keluar satu output kebaikan. Ide yang bagus dengan implementasi yang sulit untuk jaman sekarang ini.

Apakah anak Anda memiliki dunia fantasi sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s