Be An Engineer…

Hari ini saya terpekur atas pilihan belasan tahun yang lalu ketika memilih engineering sebagai profesi yang akan saya jalani. Sudah hampir 7 tahun saya menggeluti dunia ini dan masih terhenyak oleh banyaknya white paper tentang teknologi. Sulit untuk mengikuti semua perkembangan teknologi yang begitu pesat. Tak semudah yang diduga ketika membaca tulisan para praktisi engineering dan mencerna konsep mereka dan membagikannya dengan sesama engineer yang lain.

Engineering sendiri merupakan satu disiplin, seni, dan profesi untuk mengejawantahkan atau mengaplikasikan ilmu alam, matematika, economic, social dan pengetahuan praktis untuk mendesain dan membangun struktur, mesin, devais, sistem, material dan process sehingga merealisasikan solusi atas kebutuhan masyarakat. Kompleks juga definisi yang saya temukan di wikipedia. Engineering merupakan hal yang telah lama dipraktekkan oleh para praktisi sejak dahulu kala sampai hari ini dengan perkembangan yang semakin maju. Mulai dari cara buat alat dapur sampai alat perang, bahkan membahas mengenai implementasi energi dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua hal berusaha dianalisis dengan disiplin ilmu yang satu ini. Scientist mengembangkan teori sedangkan engineer menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi yang menghasilkan efek positif dalam kehidupan manusia.

Kadang bingung juga kenapa dulu saya memilih ini padahal ketika sekolah dulu hampir semua mata pelajaran saya kuasai. Tinggal memilih jurusan apa saja yang saya suka. Kadang saya bingung juga kenapa dulu tidak memilih kedokteran sebagai bidang saya. Hapalan saya lumayan kuat. Mengerti dengan mudah bermacam-macam istilah latin, proses yang terjadi, anatomi tubuh manusia maupun hewan dan tumbuhan. Mungkin karena waktu itu mengikuti kata hati. Ternyata dunia engineering benar-benar luar biasa dinamis. Tidak ada yang salah dengan dunia ini. Tidak ada yang salah pula dengan pilihan saya. Tinggal menikmati setiap helaan nafas ketika melakukan engineering design.

Ada ungkapan yang menyatakan kalau bukanlah seorang engineer jika tidak menghasilkan karya-karya dalam hidupnya. Well, ungkapan ini kadang mengkritisi diri sendiri untuk memberi dan menghasilkan. Seorang produsen akan dihargai dengan hasil produksinya. Begitupun seorang engineer. Tanpa karya, seorang engineer tidak bisa dianggap full engineer.  Mungkin lebih tepatnya dikatakan half engineer, tapi jangan sampai artificial engineer. Entah karya itu berupa gambar desain, produk, engineering drawing, pemikiran tentang suatu konsep engineering, white paper, atau lainnya. Karya yang dapat dihargai sesama engineer pada khususnya maupun masyarakat pada umumnya. Gampang-gampang susah. Susah-susah gampang. Hehe…

Sudahkah pilihan sebagai engineer dibarengi dengan karya engineerin?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s