Bangkok on Second and Third Day

Berlelah-lelah di hari pertama mencari oleh-oleh di MBK Center tidaklah percuma. Teman- teman saya berhasil mendapatkan sebagian oleh-oleh yang akan dibagikan ketika sampai Jakarta.

Gambar 1 - MBK Center pusat oleh-oleh bagi turis
Gambar 2 - Ini pos apa ya?

Tibalah hari kedua. Dari lantai 18 Grand Millenium, terlihat pemandangan pagi kota Bangkok yang begitu sempurna. Saya lihat beberapa gedung pencakar langit di daerah Sukhumvit. Saya lihat traffic jam, tapi saya melihat keteraturan. Motor juga tidak terlalu banyak sehingga suasana jalanan agak lengang. Hanya ada mobil-mobil yang mengantri teratur sebelum lampu merah.

Gambar 3 - Gedung yang terlihat dari lantai 18
Gambar 4 - Gedung-gedung di depan kamar hotel
Gambar 5 - Floor layout lantai 18

Hari ini saya memulai makan pagi di tempat makan hotel. Alhamdulillah ternyata sebagian sarapan pagi yang disediakan Grand Millenium adalah makanan halal. Saya lihat di bagian makanan yang cukup berat seperti nasi goreng, ikan, ayam diberi tanda halal. Akhirnya pagi itu, setelah saya makan beberapa macam roti,  saya terpaksa tambah makanan berat dengan menu nasi goreng, ikan, dan ayam. Kejadian di hotel WTC Hangzhou tidak terjadi di Bangkok. Dulu ketika di China, setiap pagi saya terpaksa makan roti saja. Ketika itu setiap pagi makan 7-8 roti agar tidak terlalu lapar karena saat itu udaranya dingin sekali. Bangkok ternyata melihat peluang pasar yang begitu besar dari para wisatawan muslim. Di hotel Grand Millenium saya melihat wisatawan Arab dengan kerudung hitam juga hilir mudik di tempat makan tersebut. Perjalanan dari hotel ke tempat training cukup dekat sehingga saya tidak terburu-buru ketika sarapan pagi.

Training yang dilakukan cukup santai, tapi mengena. Topik yang diutarakan pun menarik karena teknologi ini sedang booming di beberapa belahan dunia yang lain. Pembicaranya pun dari Eropa. Mmmmhhhh…

Pada saat makan siang, kami bertanya ke tuan rumah di manakah makanan halal tersedia. Dia bersedia menunjukkan dan menemani kami makan siang saat itu. Dari tempat training, kami diantar ke tempat yang mirip pujasera (Indonesia). Besar sekali, tapi sistem yang berlaku sangat teratur. Ada makanan halal yang tersedia terselip di antara makanan lainnya. Hari itu kami dapat makan dengan tenang dan lahap.

Selesai makan siang, kami mengikuti kelas training lagi untuk session kedua. Pembahasan mengenai teknologi membuat kami semakin larut dalam diskusi. Setelah selesai training, tuan rumah mengajak untuk makan di salah satu restoran Thailand sebagai welcome party. Lumayan, makan malam gratis lagi. Pulang dari makan malam, saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Sudah ada kerjaan tambahan lagi yang harus dikerjakan dan deadline-nya malam ini. Pusing juga.

Bangkok di hari ketiga hampir sama dengan kegiatan di hari kedua. Hanya saja hari ini akan ada pembahasan studi kasus di tiap negara. Rencananya nanti malam, saya dan kedua teman akan berangkat ke Platinum untuk beli oleh-oleh di sana. Katanya di sana banyak juga pernak-pernik yang unik-unik. Selesai training, kami bertiga pulang ke hotel dulu untuk istirahat sebentar lalu berangkat menggunakan BTS ke sana. Turun di salah satu stasiun dan berangkat menyusuri jalan. Sebelum ke Platinum, saya sempat cari tahu terlebih dahulu arah jalan dan bagaimana cara mencapai Platinum. Saran dari yang pernah ke sana adalah jangan menggunakan taxi karena jalannya macet sekali. Benar saja. Ternyata macet. Kalau naik Sky Train lalu turun menyusuri jalan menuju Platinum, banyak juga baju dan souvenir yang cukup lucu. Sayangnya harganya sulit ditawar. Rata-rata kaus T-Shirt 99 Baht, miniatur Tuktuk 200 Baht.

Ternyata model bisnis penjualan oleh-oleh di Platinum misalnya pembelian 1 barang dihargai 85 Baht dan pembelian 3 barang dihargai 55 Baht. Itu adalah harga salah satu oleh-oleh gantungan untuk tas. Untung saja penukaran dolar saya batasi sehingga tidak banyak Baht yang berubah bentuk menjadi barang di Platinum. Sayangnya Platinum tutup sekitar jam 8-an sehingga walaupun masih agak ramai, toko-toko sudah mulai tutup. Seakan tidak peduli dengan ramainya pengunjung. Masih ada hari esok…

Dari Platinum, kami kembali ke MBK center lagi. Pusat belanja turis yang cukup murah. Mumpung tinggal sehari lagi. Sampai MBK center, toko-toko juga sudah banyak yang tutup. Hari ketiga malah capek berat.

Gambar 6 - Kartu yang digunakan untuk masuk ke stasiun BTS
Gambar 7 - Peta BTS Sky Train
Gambar 8 - Petunjuk arah di stasiun BTS
Gambar 9 - Makanan halal di mall ISETAN

Training yang menyenangkan… Training apa jalan-jalan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s