Welcome to Bangkok

Tiba-tiba ada permintaan dari Bos untuk ikut training ke Bangkok. Kebetulan ada salah satu area teknologi lagi yang akan dikembangkan perusahaan dan butuh team system engineering untuk support. Mengingat ada keterbatasan engineer, terpilihlah saya sebagai salah satu yang harus belajar teknologi ini.  Well, saya tak bisa menolak. Dalam waktu kurang dari dua minggu saya harus menyiapkan paspor, merencanakan akan menginap di mana, permintaan pemesanan tiket, mengurus business advance. Alhamdulillah, sebagian besar akan diurus oleh team administrasi sehingga saya hanya menyiapkan datanya saja.

Dari dua option yang ditawarkan oleh team penyelenggara training, yaitu Grand Millenium dan FuramaXclusive, saya dan dua teman saya memilih Grand Millenium sebagai tempat penginapan. Selain hotel ini bintang lima, budget dari kantor masih cukup untuk menginap di sini.

Mendekati hari H, ternyata kesibukan di kantor tidaklah berkurang. Malah terancam tidak berangkat, tapi ternyata training ini mendapat prioritas kantor sehingga saya jadi berangkat keBangkok. Beberapa rekan saya mendapat assignment untuk menggantikan tugas saya.

Tanggal 11 Juli, pesawat Garuda ke Bangkok sudah menunggu. Berangkat dengan pesawat jam 9 pagi pada hari Senin. Waswas juga berangkat sepagi ini ke bandara pada hari Senin. Berdasarkan pengalaman, melewati tol jagorawi pada 3 bulan terakhir ini sering mengalami kemacetan yang parah. Hal ini disebabkan jalur tol jagorawi sedang diperlebar. Akhirnya saya putuskan untuk berangkat pagi sekali. Bahkan merelakan subuh di terminal damri di Botani Square. Perjuangan tidak sia-sia, saya malah kepagian sampai bandara. Jam 7 pagi saya sudah sampai bandara padahal pesawatnya baru berangkat jam 09.45. Waduh kepagian nih. Beberapa teman saya baru datang jam 8an sesuai kesepakatan sebelumnya. Akhirnya saya cari tempat duduk  untuk menunggu mereka.

Pesawat berangkat pukul 09.45 dari Jakarta dengan Garuda. Ternyata pesawatnya tidak terlalu penuh. Ada beberapa kursi yang kosong. Nyaman juga pesawat ini untuk penerbangan jarak jauh. Setelah menempuh 3 jam perjalanan sampailah saya di bandara Suvarnabhumi Airport, Bangkok. Megah juga. Kesannya memang lebih modern dibanding bandara Soekarno Hatta.

Gambar 1 - Welcome to Suvarnabhumi Airport
Gambar 2 - Koper sudah bisa diambil

Sesampainya di hotel, saya sempat mengambil gambar rongga tengah hotel yang sengaja dibuat berlubang. Ini diambil dari lantai 18. Kami bertiga menginap di Grand Millenium Sukhumvit. Hotel bintang lima yang cukup nyaman.

Gambar 3 - Rongga tengah hotel Grand Millenium - Bangkok

Setelah beristirahat sebentar, kami bertiga tak menyia-nyiakan waktu untuk jalan-jalan menikmati suasana Bangkok. Kesan pertama kotanya lumayan lebih baik dari Jakarta. Berikut beberapa gambar sudut kota Bangkok mulai dari BTS (Sky Train), jembatan penyeberangan yang cukup nyaman. Tujuan kami saat itu adalah ke MBK center untuk cari oleh-oleh. Hari pertama malah sudah cari oleh-oleh. Perut yang kelaparan akhirnya menuntut saya untuk beli makanan di mall Siam Paragon. Alhamdulillah di food court mall tersebut ada makanan halal-nya. Terselip di antara stand-stand makanan siap saji lainnya.

Gambar 4 - Petunjuk BTS Sky Train
Gambar 5 - Jembatan Penyeberangan menuju BTS
Gambar 6 - Makanan Halal di Siam Paragon
Gambar 7 - Sky Train diambil dari depan Mall Siam Paragon
Gambar 8 - Mall Siam Paragon

Hari Senin itu kami berhasil mencapai MBK center dan membeli beberapa oleh-oleh. Saya membeli baju untuk anak saya. Ini baru tahap pertama pembelian oleh-oleh karena oleh-oleh untuk keluarga, beberapa rekan dan tetangga belum dibeli pada hari pertama.

Di Bangkok, banyak sekali orang bule dan mereka bercampur baur dengan penduduk Thailand yang lain. Mereka cukup nyaman jalan-jalan dan tidak asing di negeri gajah putih tersebut. Infrastruktur transportasinya jauh lebih maju dari Jakarta. Sayang sekali ya ibukota Indonesia tertinggal jauh dari transportasi di Bangkok. Padahal sama-sama negara di Asia Tenggara. Di Bangkok ada BTS Sky Train untuk transportasi masal yang menghubungkan antara jalan-jalan protokol, mall-mall. Integrated transportation to the mall and office. BTS ini berada di atas jalan untuk mobil dan motor sehingga kehadirannya tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Keadaannya sangat nyaman sekali. Tidak terlalu penuh dan waktu tunggu antara satu sky train yang satu dengan yang lain sangat singkat (5-10 menit).

Kapan Jakarta bisa semaju Bangkok?

One thought on “Welcome to Bangkok

  1. Indonesia , shows that sucks again against other cities.
    Don’t compare cities in Indonesia with other cities in other countries, it really can be guess indonesia’s cities are left behind….

    Poor my country…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s