Jagalah Nilai Uang Anda dari Gerusan Inflasi

Sekitar 3 tahun yang lalu, saya berdiskusi dengan beberapa teman saya. Tentang bagaimana mempersiapkan diri dalam meraih masa depan yang gemilang. Ada 3 hal yang yang saya tekankan untuk membuat uang kita tidak tergerus inflasi. Yang pertama, adalah menyimpan uang dalam bentuk lain seperti emas. Yang kedua adalah membuat uang berputar dalam roda bisnis. Yang ketiga adalah jauhi menyimpan uang dalam bentuk tabungan.

Berikut penjelasan dari diskusi tersebut.

Yang pertama, menyimpan uang dalam bentuk emas. Tahukah kalau nilai uang yang kita pegang saat ini terus mengalami penurunan. Dua puluh (20) tahun yang lalu, saya bisa beli baso dengan harga 100 rupiah sudah dapat bakso, tahu, mie. Berebut dengan teman-teman cewek saat SD. Sekarang, saya beli bakso termurah dengan harga 3000 rupiah. Selain harga itu, ada bakso dengan harga 8000, 10000 ataupun 12000 rupiah. Dalam waktu 20 tahun harga bakso melejit menjadi 30 x atau 3000%. Bayangkan jatuhnya nilai mata uang Rupiah. Mengetahui hal ini saya cari tahu bagaimana menjaga nilai uang yang kita pegang agar tidak berbeda jauh dengan nilai uang sebenarnya. Ternyata emas adalah jawabannya. Tentu saja bukan emas perhiasan yang saya maksud, tetapi emas logam mulia.

Dua screenshot berikut menggambarkan kenaikan harga emas yang signifikan melambung tinggi selama 3 tahun.

Gambar 1 - Harga logam mulia tanggal 4 Mei 2009
Gambar 2 - Harga logam mulia tanggal 16 Agustus 2011

Jalur pilihan ini ditempuh oleh salah seorang teman saya dan sukses dengan gemilang. Nilai uangnya terjaga dan tidak tergerus inflasi.

Yang kedua, adalah membuat uang berputar. Dari segi keuntungan, bisa lebih besar dari menabung uang dalam bentuk emas, tapi dari segi risiko, kerugiannya juga bisa sangat besar. No risk, no gain. Itu istilah kerennya. Membuat uang berputar memang tidak semudah membalik telapak tangan.Ada saja hal-hal yang tidak dihitung yang muncul saat pelaksanaan. Akhirnya menjadi pengurang dalam perhitungan bisnis. Selain melakukan pemilihan tipe bisnis apa yang akan digeluti, juga harus diketahui cara membuat model bisnis tersebut. Cara menerapkan model bisnis dalam realita, konsistensi dan kontinuitas.

Jalur pilihan ini ditempuh oleh saya dengan berbagai pertimbangan risikonya. Memperhitungkan capex dan opex untuk menjalankan bisnis. Well, tidak semudah yang dikira.

Yang ketiga, jauhi menyimpan uang yang besar dalam bentuk tabungan.  Seperti diketahui kalau LPS hanya menjamin uang kita sebesar 2 miliar saja jika kita menabung di bank. Sebelumnya yang dijamin hanya 100 juta. Artinya jika nasabah menyimpan uang di bank maka uang tersebut akan aman selama bank tersebut aman. Jika bank bangkrut, uang nasabah yang melebihi 2 miliar akan hangus. Nilai uang yang dijamin di bank berubah-ubah alias temporer. Sebelum nilai jaminan LPS sebesar 2 miliar, nilai uang yang dijamin adalah 100 juta Rupiah. Naiknya nilai yang dijamin bank menjadi 2 miliar disebabkan saat itu terjadi gejolak ekonomi sehingga masyarakat takut untuk menyimpan uang di bank. Oleh karena itu, pemerintah membuat aturan memperbaiki besaran jaminan. Well, kalau jaminan 2 miliar turun lagi menjadi 100 juta, repot juga. Siapa yang bisa menjamin kalau bank tersebut akan jaya terus. Bank-bank besar juga tidak dijamin bakal jaya terus. Tak ada yang abadi.

Selain itu, jangan mengharap bunga. Jangan biarkan sistem riba sistemik merasuk ke urat nadi kita. Nilai uang yang disimpan juga akan tergerus inflasi. Inflasi di Indonesia lumayan besar. Harga barang melejit naik mulai dari rumah, mobil, makanan, minuman, transportasi, barang elektronik. Sekali harga naik, rasanya ogah turun lagi.

Bagaimana Anda menjaga nilai uang?

3 thoughts on “Jagalah Nilai Uang Anda dari Gerusan Inflasi

  1. Hehe… trik iseng nyimpen emas emang ajib… tapi nyimpen uang perlu juga bro…

    Setuju, tapi untuk tabungan jangka panjang sebaiknya disimpan dalam bentuk emas. Nilainya tidak tergerus inflasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s