Safari Sapi

Saat lebaran Idul Fitri 1433 H ini ada agenda tambahan selain silaturrahmi, yaitu lihat-lihat sapi yang ada di desa. Di desa, selain bertani, masyarakat senang menabung dalam bentuk sapi atau domba. Ada juga sistem gaduh dengan investor dan peternak. Investor menanamkan modalnya dan peternak menggunakan tenaganya untuk menggemukkan ternak sapi ataupun domba. Mengubah rumput menjadi daging. Berefek samping pada swasembada daging nasional. Program yang digadang-gadangkan pemerintah untuk menggenjot kemampuan negeri sendiri menjadi negeri penghasil kebutuhan pangan bagi rakyatnya. Mengubah negara pengimpor menjadi negara pengekspor. Mungkinkah?

Kembali ke topik semula, tentang pedesaan. Tentang lifecycle di desa. Ketika rumah dengan segudang kenyamanan sebagai tempat berteduh, sawah dan kandang sebagai kantor. Sapi, kambing dan unggas sebagai teman bermain. Di Yogya dan Magelang, sapi mendapat tempat yang baik di kalangan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk memelihara sapi di samping rumah sebagai penghasilan tambahan. Sayangnya kadangkala petani tidak menggunakan siklus 3-4 bulan untuk penggemukan, tetapi menjadikannya sebagai tabungan. Dengan tidak menggunakan siklus penggemukan, peternak tidak bisa mendapatkan manfaat secara langsung dari ternak mereka. Bayangkan jika saat pembelian sapi dilakukan saat sapi dalam keadaan mahal dan penjualan dilakukan saat keadaan murah. Petani hanya akan mendapat untung yang kecil. Umumnya petani tidak menjual ternak mereka saat mereka tidak membutuhkan uang, tetapi ternak dijual saat mereka membutuhkan uang. Hal ini jelas berbeda dengan konsep bisnis sapi modern.

Beberapa sapi yang saya lihat di pedesaan.

Sapi Jantan Simental

Sapi jantan simmental ini memang cukup bagus. Sayang harus dijual saat Idul Adha tahun ini. Perhatikan lekuk otot-otot dan rangkanya. Gambar berikut lebih menggambarkan sapi simmental ini.

Sapi Jantan Simmental – 2

Selain sapi simmental, ada sapi jantan Peranakan Ongole (PO) yang biasa disebut juga sapi Jawa. Sapi ini umum diternakkan di pedesaan dan biasa dijual saat lebaran haji.

Sapi Jantan PO

Sapi jantan PO berikut merupakan sapi jantan PO yang berbeda dari sapi PO di atas.

Sapi Jantan PO di luar kandang
Sapi Jantan Tampak Samping
Sapi PO sedang istirahat

Sapi jantan lainnya juga gemuk dan berwarna hitam. Mungkin bisa disebut hitam metalik karena kulit hitamnya cukup mengkilap. Tubuhnya pun gempal dengan perototan yang bagus pada paha. Perut kanan dan kirinya membuncit karena penuh dengan makanan.

Sapi Jantan Hitam

Selain keliling desa, salah satu alternatif yang memungkinkan untuk dikunjungi adalah pasar hewan. Kebetulan pasar hewan terdekat berada di Muntilan dan biasanya ramai dikunjungi pada saat tanggalan Kliwon. Salah satu pasar yang diadakan mengikuti penanggalan adat Jawa. Ada sapi yang telah dibeli digiring menuju truk, colt, atau pickup.

Sapi digiring ke angkutan sapi

Keliling desa menemukan berbagai tipe sapi yang berbeda dengan keunikan masing-masing. Siapa mau safari sapi di desa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s