Jazz Masuk Car Port

Setahun belakangan, car port rumah sudah lama tidak digunakan sebagaimana mestinya. Hanya satu motor yang biasa jogrok di atas car port. Padahal dari arti car port itu sendiri adalah tempat untuk mobil. Kemana-mana ya harus naik motor atau naik angkot. Jika memang perlu mobil, harus pinjam mobil dulu ke orang tua. Mobil Rover sudah lama dijual untuk tujuan yang mulia, yaitu pelunasan hutang. Biasanya kalau orang jual mobil langsung upgrade ke mobil yang lebih muda tahunnya atau beli mobil yang baru sekalian. Biar lebih gres. Sayangnya keadaan membuat bertolak belakang dengan kebiasaan orang pada umumnya. Tidak ada mobil gress masuk car port ketika Rover pergi meninggalkan keluarga kami.

Semenjak hadirnya anak kedua dalam keluarga, sepertinya kebutuhan mobil menjadi semakin mendesak. Apalagi kalau ada kebutuhan imunisasi atau periksa ke dokter karena sakit. Bayi mungil susah dibawa dengan motor karena kendala cuaca selama perjalanan, polusi udara yang semakin membahayakan, terik matahari, dan lain sebagainya. Solusi sementara yang dilakukan adalah pinjam mobil. Namanya solusi sementara, ya harus ada kemajuan dari solusi permanen sebagai solusi final. Akhirnya sejak Maret sudah mulai planning pembelian mobil. Mulai dari menjumlah semua potensi finansial yang ada dan mendiskusikan tipe mobil yang diinginkan. Setelah melihat kondisi finansial, mulai terlihat tipe mobil apa yang masuk budget dan bisa dibeli dalam waktu dekat. Untuk mobil kedua ini, tekad bulat untuk pembelian secara tunai.

Mulai gerilya untuk melihat iklan di salah satu harian yang biasa membuat iklan baris. Iklan online pun mulai sering dilihat supaya update harga tetap terjaga. Salah satu yang tidak bisa ditinggalkan adalah pergi ke showroom untuk mencari mobil yang diinginkan. Pilihannya sebenarnya mengerucut ke dua tipe mobil, yaitu Suzuki APV dan Honda Jazz. Mengapa dua pilihan mobil ini? Mobil Suzuki APV masuk menjadi kandidat karena bentuknya yang besar dan muat menampung 7 orang. Jika tidak menampung banyak orang, ada barang yang bisa dibawa di bagian belakang. Sedangkan Honda Jazz masuk menjadi kandidat karena kebutuhan keluarga hanya 4 orang dan kebutuhan bagasi sudah terpenuhi. Mungkin kalau ada yang mau menumpang, dengan berat hati harus ditolak karena kapasitas tidak memungkinkan.

Ternyata dari dua pilihan yang ada, Istri lebih berminat pada mobil Honda Jazz. Selain lebih trendy, kebutuhan akan barang dan orang tidak terlalu prioritas. Setelah bergerilya, akhirnya dapat juga mobil yang masuk di hati dan masuk di kantong, yaitu Honda Jazz 2008. Berikut penampilannya saat akan dibeli.

Image

Gambar 1 – Malam Saat Melihat Mobil JazzImage

Gambar 2 Berkeliling mobil dan mengambil gambar untuk diperlihatkan ke keluarga

Setelah tengok sana dan tengok sini. Lihat sekeliling untuk melihat body mobil, ternyata masih mulus. Setelah itu, saya mulai drive test ke kondisi jalan mulus, kondisi jalan berlubang, dan kondisi jalan macet. Lumayan mantap. Semua kondisi sudah masuk dalam pemeriksaan. Diskusi sebentar dengan orang tua, akhirnya masuk ke negosiasi harga. Turun cuma 3 juta. Dari situ negosiasi pembayaran juga mengenai apakah harus kontan ataukah bisa tunai bertahap? Alhamdulillah penjualnya tidak mengharuskan pembayaran sekaligus, tapi bisa dengan tunai bertahap. Kesepakatan penjualan pun didapat dengan tunai bertahap dan sebagian besar memang di awal pembayaran. Sisanya bisa di bulan berikutnya.

Jazz pun meluncur ke rumah setelah pembayaran dilakukan beberapa hari kemudian. Berikut penampakan Jazz di rumah orang tua.

Image

Gambar 3 – Lihat mesin Honda

Image

Gambar 4 Honda Jazz 2008 di car port

Car port sekarang sudah ada penghuninya.

One thought on “Jazz Masuk Car Port

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s