Bermain Elektronika dengan Anak

Sibuk dengan pekerjaan tentunya cukup melelahkan. Penat di kantor dan perjalanan membuat akhir pekan menjadi waktu yang dinantikan oleh orang tua seperti saya. Anak-anak pun membutuhkan refreshing sebelum mereka kembali ke rutinitas belajar di sekolah.

Libur akhir pekan kali ini saya coba kutak-katik beberapa mainan yang dulu. Meski sederhana cukup membuat anak saya tertarik. Untuk mengajari anak-anak bermain dengan elektronika praktis cukup dengan hal-hal yang mendasar terlebih dahulu. Saat ini salah satu yang cukup menarik adalah pemasangan lampu LED warna-warni dan LED pelangi. Perpaduan antara beberapa lampu LED dan buzzer bisa membuat mainan sederhana. Tidak lupa tambahan saklar tactile push button.

Beberapa hal yang perlu disiapkan :

  • lampu LED pelangi (3 warna)
  • lampu LED merah, kuning, dan hijau (ukuran tidak masalah 3mm, 5mm ataupun 10 mm)
  • PCB breadboard,
  • resistor 100-200 Ohm
  • saklar tactile push button
  • buzzer
  • kabel jumper dengan konektor jarum.
  • battery 2 x 1.5 Volt ¬†sebagai power supply dan tempat battery
  • terminal block (2 line)

Kemudian rakitlah LED dan komponen lainnya pada breadboard sesuai dengan kaidah elektronika yang berlaku. LED dengan kaki yang panjang adalah positif (anoda) dan kaki pendek (katoda) terhubung dengan polaritas sumber daya yang sama. Resistor digunakan untuk membatasi arus yang masuk ke LED. LED biasa bekerja pada 20 – 50 mA. Jika lebih besar dari ini bisa merusak LED.

Berikut beberapa hasil pemasangan rangkaian elektronika praktis.

IMG_9210
Rangkaian LED sederhana
IMG_9207
Saklar ditekan lampu LED menyala
IMG_9204
Saklar lainnya ditekan, lampu biru menyala
IMG_9212
Saklar ketiga ditekan, LED kuning menyala

Cukup menarik. Setelah selesai merakit, anak saya meminta merakit ulang rangkaian. Dengan cekatan anak pun merakit rangkaian tersebut. Tanya-tanya mengenai beberapa aturan praktis penyambungan seperti anoda ketemu sumber daya positif dari battery dan lain sebagainya, akhirnya anak berhasil merakit rangkaian elektronika pertama dalam hidupnya. Berhasil mengajari anak keterampilan elektronika praktis paling sederhana. Bahkan satu hal yang berhasil dia buat adalah rangkaian LED dengan menggunakan LED pelangi. Buzzer pun berhasil dia integrasikan dengan lampu LED.

Keberhasilan pertama yang mengesankan. Ada satu kegiatan tambahan di akhir pekan yang bisa dilakukan bersama dengan keluarga di rumah, terutama dengan anak-anak. Tidak ada salahnya untuk mencoba. Do your hobby and keep trying this with your family..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s